Monday, 26 September 2016

Office Lunch Challange : Day 18

Ternyata untuk bisa nulis tiap hari itu bukan hal yang mudah. Selain keteteran karna waktu, materi tulisan juga bikin puyeng yah. Mau nulis apa, mau posting apa biar menarik. 

Hari ke 18 kemarin, saya bawa ca sayur wortel, kecambah, kol dan telur puyuh untuk sayur, jelly buah rasa sirsak (isiannya ada buah kiwi, buah naga, pepaya dan nanas) dan jeruk peras murni tanpa campuran apapun. Kayaknya saya jarang yah makan daging? Iya, bener. Saya kurang suka makam daging karna suka nyangkut di gigi dan susah di bersihkan, hihihi



post signature

Tuesday, 20 September 2016

Office Lunch Challange : Day 14

KOK UDAH HARI KE 14 AJA CLARA? KEMANA 5 HARI SEBELUMNYA?

Tenang saudara-saudara. Mon maap sebelumnya nih ya, adek employee kurang piknik ini lagi sibuk maksimal dan badan sedang berada pada titik lemah lesu loyo karna kerjaan operasional yang kian berat (#ahelah berat mak).

Dimulai hari itu, hari ke 9, kantor udah mulai sibuk nih, jadi bekalnya cuman bawa sayur pecel, terong bakar dan empal jagung. Nah ini saya mohon maaf, untuk di foto ini, saya kurang fokus dan kurang minum aqua, jadi, harusnya hari ke 9 eh malah ketulia hari ke 8.

Hari ke 10, saya cuman bawa oseng ayam dan jagung juga rumput laut. Buahnya nggak ketinggalan dong, buah naga dan pepaya.


Hari ke 11, makin suram dong bawaannya. Cuman bawa telur mata sapi. Ini karna hari sebelumnya saya terkapar, tidur jam 20.00 WIB dan bangun jam 06.00 WIB. Lelah banget adek lelah...


Hari ke 12, tahu goreng, empal jagung, sambal korek, timun dan es cincau selasih. Di hari ini nih, orang kantor sedang mencemari udara dengan virus influenza. Jadilah saya juga nggak enak badan dan tenggorokan. Sebenernya makan goreng-gorengan bukan pilihan yang tepat, tapi apa daya, belum sempat belanja ke pasar, hehehe. Saya juga bawa cincau dan selasih terus dikasih air dingin, untuk menghindari jajan minuman sari manis di luar sana yang berpotensi bikin tenggorokan meradang. Seger maaak seger bikin sendiri...




Hari ke 13, saya bawa Sop telur puyuh dan beberapa buah pisang.  Masaknya gampang kok ini, tinggal cemplang cemplung aja.


Hari ke 14, Kwetiaw campur bakso, ayam dan sayuran juga bawa buah pisang. Hari dimana saya makan nanggung dan jam 14.00 WIB udah laper banget, hahaha


post signature

Monday, 12 September 2016

Tuhan Tidak Pernah Bimbang Selalu Imbang

Aku tersentuh,

Tertohok akan kalimat yang di ucapkan Lia...

Tentang risau yang menggelora, tentang pilihan yang sulit dipilih, tentang rasa yang sulit dipisahkan dan tentang air mata yang tak terbendung (lagi). Gelisah, kecewa dan cucuran air mata, siapa yang siap untuk merasakannya?

Patah hati yang dalam hingga ke relung jiwa, bukan mudah untuk melupakan, atau bahkan hanya menyingkirkan. Bukan mudah untuk selalu perhatian tanpa mendapatkan kepastian. Bukan mudah untuk melupakan bersamaan dengan merelakan. Bukan mudah, sungguh dibuatnya tidak menjadi mudah.

Sakit. Semoga tidak menjadi penyakit, biarlah hatinya melekit asal tidak menjangkit.  

Pedih. Sudah pasti.

Tapi coba kau tanyakan benar dalam hati, apakah ia laki-laki yang pantas untuk kau tangisi? Atau sebenarnya hanya untuk amunisi menguatkan hati untuk hal yang lebih peri?

Aku pernah sakit hati, bukan karna ditinggal pergi, tapi karna tidak lagi dipercayai.
Jangan tertawa. Andai aku bisa pergi, aku ingin pergi mencari yang bisa mempercayai. Tapi hati sudah terikat janji, apa daya hanya bisa berserah diri.

Sayang,

Andai pilihan bukan untuk dipilih.
Andai kehadiran bukan untuk ditanyakan.
Andai kesempatan tidak dilewatkan.
Bolehkah selamanya menjadi kenyataan?

Adalah air mata yang membuatku lemah. Berlutut aku dihadapan ego yang tak mampu ku kuasai. Bersumpah serapah didalam hati, bertanya mengapa Kau begitu sakti.

Cinta, apakah benar cinta didalam hati? Bukankah Cinta sedang menunggu Rangga yang tiada kabarnya?

Oh bukan.
Cinta itu ada didalam pikiran, sebab itu ia mengacau jalan kehidupan. Meruntuhkan angan masa depan, mengabadikan kenangan dan melepaskan genggaman.

Mungkin benar Tuhan selalu imbang, tapi kenapa membuat umatnya bimbang?

Mungkin benar Tuhan selalu imbang, tapi kenapa perasaan ini selalu ditimbang-timbang?

Ah tidak,
Tuhanku selalu imbang, kau saja yang jual tampang.

#CIH

Gitu ya Lia? Hihihi

post signature

Saturday, 10 September 2016

Office Lunch Challange : Day 8

Akhirnya hari ini bawa makanan ekstrim versi on the spot, yaitu CEKER PEDAS. Kenapa saya bilang ekstrim? Karna harus punya skill khusus untuk bisa makan ceker, pedes dengan kondisi wajah ditimpa makeup. Gimana cara makan aman tapi tetap bisa menikmati dengan cantik. Butuh skill bro, skill.
Nggak banyak orang yang bisa makan semua bagian dari ayam, salah satunya ceker. Ada beberapa orang yang nggak bisa makan ceker, alasannya sih beragam. Ada yang karna jorok, susah makan dan jijik. Saya bukan salah satu dari mereka, justru sebaliknya. Saya suka banget makan ceker ayam, apalagi kalau dimasak pedes. Endeus. Untuk bisa ngerasain ceker yang empuk dan bumbu yang meresap memang agak rempong sih. Soalnya masak ceker butuh waktu yang lama dan kesabaran ekstra. Selain memasaknya, memakannya juga ribet. Butuh skill khusus nggak sih. Disamping memang terpaksa makan ini, saya juga harus menjaga makeup supaya nggak belepotan.

Hari ini, saya bawa jus buah naga, buah pepaya yang sudah lenyap seketika, ceker pedas dan daun pepaya rebus. Ah makan siang saya challenging banget nih.


Semangat Clara...

NB :
Postingan tempo hari yang lupa di publish.
post signature