Ayam Bakar Bumbu Kilat

Tinggal ditanah rantau, jauh dari orang tua membuat ku selalu merindukan suasana rumah. Apalagi sosok Ayah dan Ibu. Sosok yang tidak bisa t...

Tinggal ditanah rantau, jauh dari orang tua membuat ku selalu merindukan suasana rumah. Apalagi sosok Ayah dan Ibu. Sosok yang tidak bisa tergantikan oleh orang lain siapapun itu. 
Teringat dimasa lalu, ketika usiaku masih satu digit angka. Ibuku seringkali meluangkan waktu untuk masak dan kemudian melahapnya bersama-sama. Makanan itu, hingga kini kelezatannya masih sangat terasa di lidah. Makanan yang selalu ku rindukan. 

Setiap orang telah dibekali penilaian terhadap sebuah cita rasa makanan secara alamiah. Setiap orang pasti pandai berkomentar atas rasa sebuah masakan yang ia nikmati. Komentar-komentar yang terlontar dari bibirnya memiliki sebuah pondasi yang bertahun-tahun telah dibangun oleh cita rasa masakan seorang Ibu. Iya, cita rasa itu. Cita rasa itulah yang jadi pembanding sebuah makanan lainnya apakah itu enak atau tidak. Maka dari itu, penilaian seseorang terhadap sebuah masakan berbeda-beda.

Kali ini, sungguh. Aku merindukan masakan itu. Merindukan kampung halaman. Merindukan Rumah.

Bosan kadang menggerogoti nafsu makanku. Selera makan berubah-rubah dan membuat jam makan menjadi tidak karuan. Meskipun warung makan berjejer menghidangkan beraneka ragam macam masakan, tetap saja. Menurutku tidak ada yang pas di lidah. Kebanyakan warung makan menyajikan makanan goreng-gorengan, lalapan, sayur hambar, ikan yang terlalu kering ataupun sambal yang sama sekali tidak pedas. Sungguh menyiksa lidahku.

Belum lagi ditambah kenyataan bahwa warung-warung makan tersebut seringkali menggunakan minyak goreng yang telah dipakai berulang-ulang kali hingga warna minyak berubah. Minyak goreng berwarna kuning hingga menjadi berwarna hitam seringkali membuatku malas makan. Selain merusak selera makan, tentu saja minyak itu mengganggu kesehatan dan menimbulkan penyakit.

Selain lalapan gorengan, banyak pula warung makan yang menyajikan menu bakar-bakaran. Awalnya, aku mengira bahwa metode membakar/memanggang ikan atau ayam di sini sama saja seperti di kampung halamanku (Sampit). Namun ternyata, sama sekali berbada. Disini (Jogja), ikan terlebih dahulu digoreng sampai kering, setelah itu dilumuri kecap yang sudah dicambur dengan ketumbar, kemudian dibakar. Berbeda dengan di kampung halamanku. Di Sampit, ikan yang masih segar, di bersihkan, dibumbui, setelah itu langsung dibakar. Tentunya keduanya menghasilkan tekstur dan rasa yang berbeda. Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk memanggang ayam sendiri. 

Hal yang aku syukuri di abad ke 21 ini adalah adanya telepon genggam. Sangat membantu sekali ketika ingin memasak. Bertanya bumbu pada Ibu, saudara, tante, atau yang lainnya. Melegakan.

Kali ini, aku ingin memasak Ayam Bakar Bumbu Kilat. Kenapa bumbu kilat? Karena praktis dan mudah.

Berikut Bumbu yang digunakan :
  • 250gr Paham Ayam Atas
  • 3 siung Bawang Putih
  • 3 sendok Saos Tomat
  • 2 Sendok Kecap Manis
  • 1 Sendok Saos Cabai
  • 1/4 sdt Garam
  • 1/2 sdt Gula
  • Ketumbar secukupnya
  • Mentega
  • Merica
Cara :
1. Bersihkan ayam dibawah air yang mengalir hingga bersih. Lumuri ayam dengan asa atau tetesan jeruk nipis. Rendam beberapa saat. Hanya agar ayam tidak berbau amis saja.
2. Haluskan bawang putih, garam, gula, dan merica.
3. Campurkan bumbu yang telah dihaluskan dengan saos dan mentega. 
4. Bersihkan ayam dari asam. Setelah itu uleni dengan bumbu yang telah dicampurkan dan rendam beberapa saat.
5. Ayam siap dipanggang! Aku memanggangnya hanya dengan api kecil saja. Supaya daging ayam masak sempurna.

6. Pastikan daging ayam matang sempurna, jika sudah, angkat dan siap untuk dihidangkan :)

Sebgai pelengkap, aku membuat saus "cocolan" untuk ayam. Berikut bumbu yang harus disediakan :
  • 1 Siung Bawang Putih
  • 2 tangkai Cabe
  • 2 sdm Saus Tomat
  • 1 sdm Saut Cabai
  • 1 sdm Kecap Manis
  • Air Secukupnya
  • Gula dan garam secukupnya
Cara :
1. Haluskan bawang putih dan cabe
2. Panaskan wajan, lelehkan mentega. Tumis bawang putih dan cabai yang telh dihaluskan
3. Tambahkan saus dan kecap. Aduk. Masukkan air secukupnya. Tambahkan pula garam dan gula secukupnya
4. Jika sudah mendidih, angkat dan sajikan berdampingan dengan ayam bakar :)




Dengan berhasinya masakan ini aku buat, semoga rasa dan kenangan itu dapat ku nikmati kembali. Disini. Atau mungkin nanti. Kelak jika aku juga menjadi seorang Ibu :)


NB :
anyway, apakah seharusnya judul dari posting-an ini Ayam Bakar Bumbu Kilat atau Ayam Bakar Bumbu Kenangan? :')

You Might Also Like

3 komentar

  1. hmmm,, sama kok, saya juga merantau di kota.. jauh dari orang tua.. kangen masakan ibu, hihi.. tapi masakan kamu mantap, bikin ngiler eui..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe makasih. di coba masak sendiri mas. gampang kok :D

      Delete
  2. salam, koq di coba sendiri, bikinin dunk, barapa per porsinya...hahahaa
    terima kasih sudah berbagi yaaa.

    ReplyDelete