Capcay Kuah dan Alasan Di Baliknya

Hari ini, 1 Januari 2014. Ku awali hariku dengan bangun siang (lagi). Entah sengaja atau tidak, namun bangun pada pukul 10.00 WIB pagi ini ...

Hari ini, 1 Januari 2014. Ku awali hariku dengan bangun siang (lagi). Entah sengaja atau tidak, namun bangun pada pukul 10.00 WIB pagi ini membuatku tampak bersemangat. Meskipun udara sudah tidak sejuk lagi tentunya.

Pergantian tahun kulewati hanya dengan secangkir coklat panas, semangkuk macaroni dengan saus bolognaise dan kroket kentang isi wortel seraya berbincang-bincang bersama Dara. Ya. Kami berdua menghabiskan malam dengan perbincangan seputar pasangan, makanan, kesehatan dan tentunya yang tak pernah dilewatkan oleh perbincangan wanita lainnya adalah artis. Bertukar gossip terkini seputar artis dalam negeri tentunya menjadi perbincangan yang mengasyikkan bagi para wanita. 

Aku dan Dara memiliki alasan yang berbeda tentang mengapa kami melewatkan malam tahun baru hanya di kos saja. Bagiku, perayaan pergantian tahun menjadi hal yang biasa saja (kini). Tidak lagi membanggakan, menggebu-begu ataupun harus besar-besaran. Kali ini, diusia ku, tahun ini, aku tidak bergairah untuk melakukan hal-hal seperti yang kebanyakan orang lakukan.

Seruan terompet, bunyi kendaraan yang melintas, asap kendaraan, polusi suara akibat ledakan petasan dan hingar bingar lainnya membuatku jemu. Puas sudah kuhabiskan malam tahun baru ku dengan kesombongan masa muda yang dulu kulakukan. Kini, hal hal tersebut menjadi menjemukan.

Dipagi hari ini, aku mengawali pagiku dengan sarapan sebuah pear. Ya, buah pear. Bukan, aku bukannya sok sehat. Hanya saja sudah terpengaruh sebuah buku yang tempo hari ku baca di Gramedia. Food Combaining, menjadi alasan mengapa aku mengawali perut kosongku dengan menyantap buah pear. Dilanjutkan menyantap sayuran di siang hari. Kali ini aku memutuskan untuk memasak Capcay Kuah. Dengan harapan mampu mempertahankan kebiasaan makan buah dan sayur secara teratur, simsalabim abrakadabra maka segera ku obrak abrik dapur kesayanganku.

Capcay Kuah

Bahan :
1 buah Wortel berukuran kecil (tentunya, karena hanya dimakan untuk seorang diri)
50gr Brokoli Hijau
50gr Jagung Manis
Beberapa potong ayam
1 gelas Kaldu Ayam (Kaldu Ayam ini sudah aku buat sebelumnya dengan merebusnya selama berjam-jam)
1/4sdt Garam
1/2sdt Gula
Lada Secukupnya
1 buah Bawang Putih
1/4 Bawang Bombay

Persiapan :
- Potong-potong sayuran sesuai dengan keinginan.
- Haluskan Bawang Putih bersama dengan garam, gula, dan lada.

Cara :
1. Panaskan wajan. Masukkan mentega secukupnya (hanya untuk menumis kok). Setelah mentega cair, masukkan Bawang Putih yang sudah dihaluskan, tambahkan potongan Bawang Bombay dan ayam. Tumis hingga berbau harum.
2. Tambahkan kaldu ayam secukupnya, biarkan mendidih. Masukkan Jagung Manis, Wotel dan Brokoli secara bergantian. (Masukkan bahan yang membutuhkan waktu masaknya paling lama terlebih dahulu, disusul dengan bahan yang membutuhkan waktu paling singkat)
3. Setelah mendidih, angkat dan sajikan.




Aku memakannya dengan sepiring nasi putih dan segelas air putih. Berharap dan selalu berharap semoga makan sayur dan buah secara teratur dapat menjadi kebiasaan.




You Might Also Like

0 komentar