Sabu Alias Sarapan Buah

Puji Tuhan hidup sehat sudah mulai menjadi bagian dari diri saya. Salah satunya dengan sarapan buah yang sudah saya lakukan selama dua bula...

Puji Tuhan hidup sehat sudah mulai menjadi bagian dari diri saya. Salah satunya dengan sarapan buah yang sudah saya lakukan selama dua bulan terakhir. Saya sadar bahwa tubuh saya butuh serat dan asupan gizi yang baik. Awalnya, saya bukanlah pengkonsumsi buah secara aktif, alias jarang banget makan buah. Makanan saya setiap hari adalah ikan, ayam, daging dan goreng-gorengan, serta makan sayur sekali-kali karena males cuci piring. Iya, kegiatan masak dan cuci piring adalah hal yang nggak bisa di pisahkan. Kalo masak ya harus cuci piring, maklum anak kos'kan gak punya pembantu :p

Tapi suatu hari, ketika saya mampir ke Gramedia, saya melihat sebuah buku yang menggoda sekali, judulnya Food Combining itu gampang yang di tulis oleh Erikar Lebang. Saya sama sekali belum pernah dengar apa itu food combining. Setelah saya baca-baca ternyata buku ini bagus sekali. Menampar semua kebiasaan buruk yang selama ini saya lakukan dan merombak habis pemikiran saya tentang pola makan, juga mitos-mitos yang ditanamkan sedari kecil. Semuanya tersingkap, membuat saya ingin tau lebih lanjut tentang food combining. Singkat cerita, saya membeli buku ini dan mencari tau lebih banyak tentang seluk beluk food combining sampai akhirnya saya memutuskan untuk merubah pola makan saya. Meski belum bisa saya imbangi dengan olahraga yang rutin hehe.

Setiap pagi, langsung setelah bangun tidur saya minum perasan air jeruk nipis yang di campur dengan air hangat atau biasa di singkat jeniper (jeruk nipis peras) dan diikuti dengan sarapan buah. Tentunya dengan di beri jeda ya, antara minum jeruk nipis peras dan sarapan buah. Lain kali akan saya bahas di post yang berbeda tantang manfaat jeruk nipis peras di pagi hari. Ceritanya panjang sekali, kali ini saya curhat tentang sarapan buah dulu ya hehehe.

Kenapa sarapan buah?
Berdasarkan informasi yang saya baca, sarapan buah sangat baik di lakukan karena konsumsi buah di pagi hari sangat ringan untuk sistem pencernaan kita. Menurut ritme sirkadian, pukul 04.00 - 12.00 adalah saat dimana tubuh kita berada dalam fase pembuangan. Sehingga jika kita mengkonsumsi makanan berat di pagi hari, beresiko mengganggu fase pembuangan ini. Selain itu, konsumsi buah di saat perut kosong adalah baik. Karena tubuh akan menyerap vitamin yang terkandung di dalam buah segar secara utuh. Jadi makan buahnya nggak sia-sia. Pun, sebenarnya makan buah yang baik itu tidak berada pada saat setelah makan berat, karena (sekali lagi) akan sia-sia. Konsumsi buah yang baik adalah 15-20 menit sebelum makan besar.

Sudah dua bulan saya melakukan rutinitas ini setiap pagi, hasilnya apa? Setiap pagi saya selalu mengeluarkan sampah-sampah dari dalam perut secara teratur. BAB lancar dan baik, hihihi. Ada yang bilang buah itu mahal, ngeluarin uang banyak bla bla bla. Padahal, menurut saya enggak tuh. Tergantung buah apa yang di beli, kalo buah kiwi dan kawan-kawan, ya bener aja mahal. Gini, buah produksi dalam negeri kita melimpah ruah, nah mari konsumsi bersama-sama agar petani buah kita nggak merugi. Salah satu bentuk dukungan perekonomian negara agar lebih baik loh ini *cie gitu*. Nah lanjut lagi, hari ini saya sarapan buah mangga dan jambu biji. Juklak aslinya adalah konsumsi buah tiga warna atau buah dengan warna yang berbeda. Tapi karena saya bingung mau beli buah apa, jadi saya beli mangga dan jambu aja deh. Buah manis baiknya di konsumsi dengan yang manis pula, karena jika kita campur dengan sifat yang berbeda, akan ada buah yang tidak selesai di cerna dan cenderung menjadi sampah dalam perut. Percaya atau enggak silakan di cek kebenarannya, jikalau saya salah mohon rujukan buku terkait. Salam sabu!



You Might Also Like

2 komentar

  1. Ko sangar sekali anak kos bisa rutin sabu, belinya cuma 1/4 aja kah? Hmm, ngomongin mitos atau info makanan, q y da info, seperti;
    1. Susu itu gak baik. Quick question! Mammalia apa selain manusia yang minum susu mammalia lain? hha......cuma manusia, tapi kucing juga bisa c, kalau diberi manusia. Susu sapi itu cocoknya ya buat anak sapi, terus ternyata justru kandungan yang terkandung dalam susu itu merupakan makanan buat sel kanker, hiii http://www.telegraph.co.uk/foodanddrink/healthyeating/10868428/Give-up-dairy-products-to-beat-cancer.html
    2. Gula itu berbahaya. Hmm, gimana jelasinnya ya, contoh masakan padang ja, tapi ini masih berdasarkan yang saya dengar c, belum pernah tau data atau penelitiannya. Masakan padang itu kan terkenal banyak lemaknya, santen, kolestrol. Tapi setau saya masakan padang yang asli tidak ada konsep gula, teh pun teh pahit. Ini sejalan dengan konsep Diet Atkins yang menekankan ke lemak dan tanpa gula, seperti yang dikatakan Robert Lustig, "Apa persamaan Diet Atkins dengan Diet Jepang? The Atkins Diet are all fat no carb, The Japanese Diet are all carb no fat. They both work. They both eliminate fructose" http://www.nytimes.com/2011/04/17/magazine/mag-17Sugar-t.html?pagewanted=all&_r=0

    hhehehe, maaf kalo terlalu complicated mungkin :DDDD

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya dong, kan anak kos harus tetap memperhatikan kesehatan juga :D lol. iya aku udah baca ttg masalah susu itu. The Miracle of Enzime dari Hiromi Shinya, bagus untuk menambah pengetahuan ttg hal tsb. Beliau juga menuturkan kalau konsumsi susu itu nggak baik dsb :D wah kalo masalah diet aku nggak tau deh. bukan pelaku diet soalnya :D

      Delete