Sop Mutiara

Kembali lagi berpartisipasi dalam Challange 15 Indonesian Foodblogger , yihaaa!! Kali ini tema yang diusung adalah kuliner peranakan atau...


Kembali lagi berpartisipasi dalam Challange 15 Indonesian Foodblogger, yihaaa!! Kali ini tema yang diusung adalah kuliner peranakan atau makanan yang berasal dari bangsa lain tapi kini mengalami perubahan rasa karena telah menyesuaikan dengan lidah masyarakat sekitar. Di Indonesia banyak banget makanan yang sudah mengalami akulturasi, seperti budaya. Banyaknya pedagang dari negeri tirai bambu zaman dulu juga membawa budaya dan makanan khas dari negerinya. Kegiatan dagang dan sosialisasi menjadi salah satu cara bagaimana makanan ini mempengaruhi selera makanan masyarakat Indonesia.

Nah kalo ngomongin makanan peranakan, jadinya saya pengen sedikit curhat. Sejak kecil saya deket banget sama budaya dan makanan peranakan Tionghoa. Soalnya saya adalah produk dari peranakan Tionghoa. Papa saya adalah seorang keturunan Tionghoa, kemudian menikah dengan Mama yang berasal dari Jawa, maka jadilah saya produk peranakan Tionghoa yang tampangnya nggak Cina dan nggak juga Jawa, hihihi.

Nah seperti yang sudah saya ceritakan tadi, sejak kecil saya sangat dekat dengan makanan dan budaya Tionghoa. Saya dan keluarga masih melestarikan budaya yang di turunkan oleh nenek moyang kami, seperti Cap Go Meh, Cengbeng (sembahyang di kuburan, kalo nggak salah 40 hari setelah Imlek), sembahyang sebelum menyambut Imlek dan beberapa kepercayaan yang ada dalam budaya Tionghoa juga masih melekat di kehidupan kami sehari-hari. Kalo ditanya makanan peranakan apa aja yang sudah pernah aku makan, ya aku jawabnya banyak. Ya mau gimana, kan gedenya di tengah keluarga seperti ini.

Salah satu makanan peranakan Tionghoa yang selalu hadir ketika Hari Raya Imlek adalah Sop Mutiara. Ada yang bilang kalo Sop Mutiara adalah makanan khas Banjarmasin. Tapi, yang saya tau Sop Mutiara ini lebih banyak dikenal oleh masyarakat peranakan Tionghoa. Pun biasanya makanan ini selalu tampil di acara-acara besar peranakan Tionghoa, misalnya pernikahan, ulang tahun dan lain sebagainya. Sepertinya ini adalah masakan Tionghoa yang masuk ke Pulau Kalimantan dan mengalami akulturasi dengan makanan khas Kalimantan. Indikasi saya sih dengan adanya bakso atau pentol yang hadir dalam sop ini. Banyak yang belum tahu bahwa pentol atau bakso adalah makanan khas negeri Tiongkok yang masuk ke Indonesia, kemudian mengalami banyak sekali perubahan. Bakso berasal dari kata Tionghoa, yaitu "bak" artinya daging sapi dan babi dan "so" artinya sup. Tapi di indonesia umumnya bakso diganti menggunakan daging sapi, ikan atau ayam.

Kenapa sop ini dinamakan Sp Mutiara? Karena di dalamnya terdapat bakso berukuran kecil-kecil seperti mutiara. Mungkin maksudnya mutiara naga kali ya? Sop ini memiliki rasa gurih yang berasal dari susu, bawang merah dan bawang putih serta pala yang dihaluskan. Bakso mutiara ini berasal dari daging ayam yang digiling, dicampur dengan kentang, bawang putih yang dihaluskan dan rasa susu atau manis yang menonjol karena ditambahkan susu bubuk. Teksturnya halus dan lembut, tapi nggak selembut bakso ikan. Resep ini saya dapat dari kuku (tante) saya. Sop Mutiara ini sering banget dimasak sama Beliau atas pesenan temen-temennya (yang juga masyarakat keturunan Tionghoa). Tapi tentunya aturan gula dan garam menyesuaikan lidah saya. hehehe. Berikut resepnya :

Sop Mutiara

Bahan Bakso Mutiara :
200 gram daging ayam giling / dada yang dihaluskan
1 sachet susu bubuk Dancow full cream
1 buah kentang berukuran sedang dikukus sampe mateng
1/2 sdt gula
1/2 sdt garam
1 kuning telur
3 siung bawang putih yang dihaluskan
1 sdm mentega

Bahan Kuah Sup :
3000 ml air kaldu ayam yang didapat dari rebusan ayam kampung (atau ukuran gampangnya satu panci ukuran sedang)
4 siung bawang putih yang dihaluskan
5 siung bawang merah yang dihaluskan
1/4 biji pala
1-2 batang daun bawang
1 tangkai daun seledri atau secukupnya
1,5 sdm garam
2 sdm gula

Cara :
1. Campurkan kentang yang sudah dihaluskan dengan dading ayam cincang, gula, garam, susu, bawang putih, mentega dan kuning telur.


2. Aduk sampe rata dan kalis. Sambil dicicipi untuk koreksi rasa. Beda lidah beda selera lhoo... Kalo dicicipin, rasanya manis dan gurih susu. Dicamil mentahann pun enak. Hihihi. Biasanya kalo adonan sudah kalis, biasanya mudah untuk dibentuk. Nah bentuk adonan untuk baksonya jangan gede-gede ya. Kecil-kecil aja kaya mutiara.


3.Untuk 2 ons daging giling, dapetnya lumayan banyak nih. Hitung sendiri ya kalo mau :p


4. Masukkan bakso mutiara ke dalam air kaldu ayam yang mendidih. Kalau sudah mengambang seperti gambar dibawah ini, berarti bakso nya sudah mateng. Angkat dan sisihkan dulu ya.


5. Tumis bawang merah, putih dan pala yang sudah dihaluskan menggunakan mentega. Tumis sampai wanginya keluar. Tambahkan gula dan garam. Tapi kalo gula dan garamnya di tambahkan nanti pas udah jadi satu dengan air kaldu juga nggak apa sih. Nah kalo wanginya sudah keluar, angkat dan tambahkan ke dalam panci yang berisi bakso mutiara tadi ya. Aduk rata.

6. Panaskan kembali air kaldu dan bakso, Tambahkan kacang polong, setelah mendidih, tambahkan potongan wortel. Setelah mendidih, tambahkan potongan sosis. Setelah mendidih, tambahkan susu evaporated. Aduk hingga rata ya, biarkan hingga mendidih. Jangan terlalu lama, lalu matikan api. Tambahkan daun seledri cincang dan bawang merah goreng. Sajikan hangat :)






Selamat menikmati makanan khas Tionghoa Kalimantan. Selamat mencoba dan jangan lupa ikutan challange Indonesian foodblogger ya!

You Might Also Like

13 komentar

  1. salam kenal mba Clara. wah baru tau nih tentang sup mutiara, looks so yummmm....thanks ya mba clara udah ikut meramaikan challenge kita kali ini.

    salam
    wulan
    (host challenge #15)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga mbak Wulan :) gitu kah mbak? sup mutiara ini biasanya dikenal di daerah kalimantan sih. Saya belum pernah ketemu sup ini di daerah Jawa hehehe iya mbak, sama sama :))

      Delete
  2. Wah langsung bikin banyak ya itu, enak kaya e yang jadi teman kos nya mbak, hhahaha. Kalo di tempat saya, bakso yang pentolnya kecil-kecil gitu namanya bakso krikil :D :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. di Jogja juga ada bakso krikil gitu mas, tapi dibuatnya dari daging sapi. Kalo yang ini dari daging ayam :)

      Delete
  3. Hi Heplin,
    May I ask your email?
    I want to put your recipe in my website. And will put your url link blog for sure.
    I will send you an email for the detail. This is my email marthamariana@cookingholic.com. Thank you...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo. you can contact me at heplinclara@yahoo.co.id . thank you :)

      Delete
  4. Enak banget...pengen nyoba...mba daging ayam giling ganti daging sapi giling bisa ga ya....btw mba dari banjarmasin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo dari resepnya, aturannya memang pake daging ayam. kalo di ganti pake daging sapi, rasa dan teksturnya jauh berbeda mbak :) tapi kalo mbak mau ganti pake daging sapi, boleh aja kok. dgn konsekuensi kehilangan bagian yg saya sebut td hehehe. Saya bukan dari Banjarmasin, tp dari Sampit, Kal-teng mbak. Tetangganya Banjarmasin :))

      Delete
  5. Waahhh...keren mbak Claraa... ini aku baru tau soal sop mutiara, wuiihh...mantap ! Aku jadi tau masakan peranakan...:D

    Salam kenal yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi makasih mbaak. salam kenaaal :))))

      Delete
  6. Seruuuuu..perlu dicontek hehhe makasi Mba!

    ReplyDelete
  7. Mba slm kenal ya..izin copas resepny..

    ReplyDelete