Bale Raos Royale Cuisine Restaurant 2

Setelah saya menceritakan betapa nyamannya suasana di Bale Raos Restaurant, sekarang saya mau cerita tentang makanan dan minuman yang kami...

Setelah saya menceritakan betapa nyamannya suasana di Bale Raos Restaurant, sekarang saya mau cerita tentang makanan dan minuman yang kami pesan. Bale Raos adalah satu-satunya restaurant yang menyuguhkan aneka makanan keraton. Ada dessert, main course, appetizer dan lainnya. Makanan dan minuman yang di suguhkan memiliki rasa yang otentik dan sangat nendang di lidah. Harga yang di tawarkan pun terbilang murah dan terjangkau, mulai dari Rp. 5.000 - Rp. 85.000,-.

Karena saya kemarin pergi makan bertiga (Bela dan Arum), jadi makanan yang saya review agak banyak. Selain karena orangnya suka kalap juga karena makanan yang di tawarkan sangat menggiurkan. Saya mulai dengan Es Asem. Sebelumnya maafkan saya ya, untuk postingan kali ini saya akan banyak menggunakan kata endes. Tapi serius, saya nggak bohong, saya nggak di bayar, saya nggak lebay, tapi makanan dan minuman di sini enak banget. Es Asem ini juara banget. Asemnya alami, nggak di campur pemanis buatan. Rasanya asem, tapi manis. Bisa bayangin nggak? Jangan samakan dengan minuman asem kemasan itu ya. Jelas beda, kalau yang kemasan bikin sakit tenggorokan, kalau es Asem di sini, bikin sakit di dompet. Karena pastinya bikin pengen nambah #eeeaaa


Kemudian ada Adu Limo. Nah untuk minuman yang ini, saya sendiri nggak ngerasain. Menurut Bela, rasanya pahir, rempah-rempahnya sangat pekat. Minuman ini di sajikan dengan gula merah yang terpisah. Pun ketika di campur dengan gula merah, rasanya masih aja pahit.


Beras Kencur. Wah untuk minuman yang satu ini, saya patut memberikan hormat setinggi-tingginya terhadap keluarga Keraton. Kunir asem yang di sajikan di sini memiliki rasa yang otentik! Rasanya kuat, rempah-rempah yang lengkap dan enak di tenggorokan. Saya termasuk orang yang senang sekali minum jamu. Berkali-kali saya minum jamu di Jogja, Beras Kencur yang di sajikan di restoran ini adalah yang paling enak se-Jogja. Loh, saya nggak lebay loh. Beneran, ini rasanya kuat sekali. Minuman saya menggunakan es saja nikmat rempah-rempahnya sangat terasa, apalagi yang hangat. Pastilah "endeeeesss...."


Setelah membahas minuman, mari kita menuju ke menu utama. Singgang Ayam, tampak seperti sate ayam, hanya saja bumbu kacangnya tipis sekali. Potongan daging ayamnya berbeda dengan sate ayam kebanyakan. Sehingga daging ayamnya terasa lembut, empuk dan nggak susah di gigit. Dibalur dengan "inti" dari santan kelapa yang di masak dengan berbagai rempah-rempah. Lagi-lagi sate ini memiliki rasa yang "endeeessss". Bumbu dan empuknya daging ayam sangat nendang di lidah. Sate ini di hidangkan dengan beberapa potongan lontong yang bisa di hitung dengan jari. Tapi, di jamin kenyang. Daging ayamnya besar-besar.


Pecal Ayam, terbuat dari ayam kampung yang di masak seperti masak kuning. Tapi rasanya sedikit berbeda, (lagi-lagi) ada resep rahasia keraton yang di selipkan. Jika ingin di bayangkan, bayangkan saja ayam pedas masak kuning dengan rasa rempah yang lebih kuat.


Oseng buncis udang. OSENG BUNCIS UDANGNYA ENAK BANGET! Haduh haduh maaf saya terlalu menggebu-gebu. Habis saya kesel, rasanya uenak buanget. Beda banget sama masakan saya, lagian kenapa saya nggak bisa masak seenak itu. Kaldu seafood di padu dengan bumbu-bumbu rahasia dan telur serta kesegaran buncis. Nah bayangin aja gimana rasanya. Yang jelas, rasanya sangat kuat dan jempol!


Gecok Kambing. Seperti namanya, berbahan dasar daging kambing, kaldu kambingnya sangat terasa tapi sama sekali nggak berbau amis. Rasa rempah-rempah yang di padu dengan kuah kaldu terasa sangat kuat di lidah. Rasanya pas dan "nonjok". Tekstur dagingnya lembut dan empuk. Antara kuah dan daging sangat menyatu.


Setelah panjang lebar menicicipi makanan utama, mari kita menuju makanan penutup alias yang manis-manis. Puding Kabinet, terbuat dari ketan putih dan telur. Rasanya manis, legit, nggak bikin enek dan sekali gigit bikin mata terbelalak. "Endeeessss..." Ketan yang asam dipadu dengan siraman susu yang di campur sirup merah. Oya, untuk menambah keasaman, di dalam puding di tambahkan potongan nanas. Kalo saya sihnggak doyan nanasnya, tapi pudingnya endes banget.


Puding caramel, puding caramel terbuat dari agar-agar, caramel dan telur tentunya. (Lagi-lagi) Saya harus bilang kalau rasa yang di sajikan sangat pas dan ramah di lidah. Saus yang di percikkan memiliki tekstur yang sedikit lengket, rasa gula merah dan sedikit rasa mirip susu. Entah Vanilla atau susu, saya kurang paham.


Nah kalau dessert yang ini, Pudeng Angin, menurut saya cenderung biasa saja. Hanya seperti agar-agar yang di beri cream di atasnya. Eh tapi jangan salah, cream di atasnya pun masih berasa legitnya ketan loh. Si agar-agar ini terasa seperti jelly, tapi memiliki tekstur yang kasar jika di kunyah. Saya kurang tau apakah ini agar-agar yang di campur jelly ataukah agar-agar dan gelatin. Di dalam agar-agar ini ada beberapa buah nanas. Rasanya agak asem (karena ada nanasnya) dan di hidangkan di dalam gelas saji.


Setelah mencicipi makanan sebanyak ini, saya dan temen-temen sepakat kalau ini adalah restoran yang paling enak dan terjangkau se-Yogyakarta. Kalau main ke Yogyakarta, sempatkan untuk mencicipi makanan keraton di sini. Rasanya nggak mengecewakan dan terjangkau. Selamat menikmati!


 Alamat :
Jl. Magangan Kulon 1
Yogyakarta 55131
 Indonesia



You Might Also Like

3 komentar

  1. Mantap! Review yang bagus, jadi kudu ke sana kalau ke Jogja, palagi dah da alamatnya tu, haha, jos gandos!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha terimakasih, monggo main ke Jogja mas :D

      Delete
  2. WOW Keren nie artikernya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    ReplyDelete