Clara vs Julie Powell, Boning Duck vs Boning Chicken. Meh!

Pernah nonton film Julie and Julia? Kisah seorang seorang sekretaris disebuah agensi pemerintah (Julie Powell) yang menuliskan perjuan...


Pernah nonton film Julie and Julia? Kisah seorang seorang sekretaris disebuah agensi pemerintah (Julie Powell) yang menuliskan perjuangannya menyelesaikan resep-resep yang ditulis oleh Julia Child selama satu tahun penuh. 


Enggak, saya nggak akan review film. Cuman saya lagi keinget aja sama film ini. Apa yang terjadi sama Julie Powell saat memasak bebek (boning duck) juga terjadi sama saya sekarang. Bukan sengaja di mirip-miripin, tapi kejadiannya hampir sama. Julie Powell gagal mengolah bebeknya sementara saya gagal mengolah ayam jadi ayam kodok. Saya gagal menguliti ayam, sampai akhirnya kulit si ayam robek dimana-mana dan nggak bisa di jahit. Huaaaaa *nangis di bahu, bahu jalan*.

Kulit Ayam Utuh (Sumber : Just Try and Taste )
Nah harusnya seperti foto diatas ini penampakan kulit ayam yang saya buat. Tapi sayangnya malah robek dimana-mana. Kalaupun mau dijahit, penampakannya juga bakal menyeramkan. Lebih seram daripada ketemu mantan dijalan atau gak sengaja dengar lagu kenangan bersama si dia *laaahh*. Sementara, dibawah ini adalah scene dimana Julie Powell mencoba  boning her duck kembali.

Sumber : Lawrence Julie And Julia

Sumber : Lawrence Julie And Julia
Ini scene saat Julie belajar membelah bebek. Satu-satunya resep dari Julia Child yang sulit untuk dia taklukkan. Tapi berkat perjuangannya, akhirnya Julie berhasil dong menaklukkan resep itu. Berbeda halnya dengan saya kali ini, kalau pada awal pertama Julie menyerah dan membuang bebeknya, saya pada akhirnya nggak mau menyerah. Sayang banget dong kalo ayamnya dibuang. Rp. 45.000 ciyn. Apalah adek ini diakhir bulan tanpa uang segitu. *mewek*.

Btw, kalo aja Chef Juna liat hasil ayam yang syaa kuliti semalem, mungkin doski udah ngamuk-ngamuk dan bilang begini, "Clara, kamu apakan ayam ini? Kenapa kamu aniaya dan kamu sakiti. Ini pembunuhan karakter! Ini penganiayaan! Kamu melakukan kejahatan terhadap makanan! Kamu bisa saya laporkan ke Mahkamah Internasional loh! *banting piring*". Iya iya Chef, maafkan saya. Saya tidak layak dan sepantasnya, bersabdalah saja maka saya akan sembuh *lah* *itukan doa sebelum terima komuni*. Kembali ke topik, akhirnya saya selimutin lagi deh itu daging ayam. Terus saya olesi bumbu lagi, terus taruh diatas aluminium foil. Dipanggang deh. *edisi pelit, dibuang sayang pake banget*

Ayam yang Sudah di Marinate
Bumbu : saus tiram, minyak wijen, kecap inggris, saus tomat, saus sambal, kecap manis, raja rasa, gula, garam, daun seledri, dan bawang putih yang dihaluskan serta mentega. Bumbu diaduk jadi satu kemudian oleskan ke seluruh bagian ayam selama satu malam. Ayam di panggang selama 100 menit dengan suhu 170 derajat celcius. Oleskan bumbu setiap 15 menit sekali.



Tanpa perlu menguliti dan menghancurkan ayam, juga menghancurkan hati saya (lagi), ayam ini sukses saya masak. Bener kata Julia Child, "nggak ada orang yang terlahir langsung jago masak, yang ada mereka belajar dari pengalaman". Tuh! Belajar! Jangan pernah menyerah meski di olok, diejek, dihina, dikucilkan, percaya apa yang menjadi mimpimu, lakukan dan terus lakukan. Ya! *malah jadi motivator*

Yuk lah selamat makan Ayam Hongkong Rasa Aniaya (soalnya ayamnya habis dianiaya oleh saya). Cheers ✌






You Might Also Like

0 komentar