Tetep Selektif Meski Makan Diluar!

Let's say,  makan diluar; bahasa "slang" dari makan direstoran/warung/kaki lima (mengacu pada lokasi). Maksudnya, seseo...



Let's say, makan diluar; bahasa "slang" dari makan direstoran/warung/kaki lima (mengacu pada lokasi). Maksudnya, seseorang nggak makan di rumahnya, tapi ditempat lain.

Makan diluar bukanlah hal yang baru. Terlebih bagi pegawai kantoran kaya saya. Nggak sempat masak, bangun kesiangan, pulang udah tepar, nggak punya waktu buat mikirin makan apa. Udah bisa makan dan tidur aja udah cukup bagi saya. Tapi akibatnya, mama saya sering ngomel karna duit abis cuman buat makan diluar doang. 

Oke ini pembahasan yang absurd tapi by the way saya kepikiran. Apa kabar Ibu-ibu diluar sana yang punya karir? Kerja pagi pulang malam tapi masih sempat mengurus anak, suami dan rumah? Hebat! *tepuk tangan*

Atasan dikantor, mama saya dan beberapa orang yang saya kenal banyak yang memiliki profesi ganda. Menjadi seorang Ibu rumah tangga dan wanita karir. Saya selalu amaze sama Beliau-beliau. Masih sempat masak, beresin rumah, menyiapkan keperluan suami diseal-sela kesibukannya. Menjadi seorang Ibu dan pemimpin di tempat kerja bukanlah hal yang mudah. Butuh tenaga ekstra, manajeman waktu yang baik dan tentunya hati yang amat sangat sungguh sabar :"))

Salah seorang perempuan yang saya kenal, seorang Ibu yang juga memiliki karir yang baik ditempatnya bekerja. Kerjanya baik dan memiliki keluarga yang harmonis pula. Beliau bangun pagi pukul 04.00 WIB, berangkat kerja pukul 06.00 WIB, pulang kerja pukul 18.30 WIB (bahkan kadang pukul 23.00 WIB), tapi Beliau masih sempat memasak untuk keluarga, memperhatikan tumbuh kembang anaknya, memperhatikan suami dan membersihkan rumah. Bayangkan! Begitupun mama saya. Disela-sela kesibukan Beliau sebagai pekerja, Beliau masih sempat memasak untuk kami dirumah, berbelanja hingga mencuci dan setrika baju (tapi sekarang udah saya paksa untuk minta tolong PRT aja).

Di dunia lain, dimana anak-anak muda hidup dan berkembang, terdapatlah saya. Seorang wanita muda yang bekerja hanya untuk kepuasannya semata. Mengejar harta, tahta dan suami mapan (ini hiperbola, sungguh. Saya orangnya sederhana kok, saya nggak se-matre itu). Seorang wanita lajang, belum punya beban dan tanggungan, tapi selalu mengeluh capek dan bangun kesiangan *toyor self*. Eh tapi bener deh, kalo boleh curhat sedikit. Kerjaan saya itu sebenernya kalo diliat nggak begitu capek sih. Cuman entah kenapa rasanya tuh capeeeeeeekkk bangeeet tiap pulang kerja bawaannya pengen tiduuur aja.

Aktivitas saya selepas menjadi mahasiswa, jujur, saya nggak pernah sedikit pun merasa bosan. Bahkan nggak sempat merasa bosan. Saya menikmati pekerjaan saya ini. Pergi pagi pulang malam setiap harinya, bangun kesiangan, selalu ada adegan hampir mewek tiap pagi karena selalu mepet dan sudah pasti ada adegan ngebut-ngebutan di jalan ala Rossi *oke fix ini lebay baday merajalela*. Dengan kesibukan itu, saya nggak pernah SEMPAT merasa bosan saking capeknya. Bahkan sampe nggak sempet mikirin pacar dan tetekbengeknya *ouch. Kadang kalo mama saya pergi keluar kota, sudahlah jangan ditanya. Saya lebih memilih untuk makan diluar. Saya belum sanggup untuk jadi Ibu-ibu warbiyasak, Ibu-ibu super yang sempet ngurusin ini itu. Lah boro-boro jadi Ibu-ibu warbiyasak, jadi mamah mamah muda cantik hidup leha leha aja belum bisa. Mau ngimpi jadi Ibu-ibu super kaya beliau. 

So guys, dengan kelemahan saya (baca : malas masak karna capek) saya bisa-dikatakan-lumayan-sering-makan-diluar. Kadang makan di rumah makan, kadang juga makan dipinggir jalan. Ya tergantung keuangan lah, hehehe. Kalo masalah makan, saya selalu ribet. Meski saya suka makan dipinggir jalan, saya juga selektif milih tempat makannya. Ada 6 hal yang selalu saya survey ketika makan, here we go;

1. Lokasi
Lokasi makan itu penting. Entah itu warung atau rombong kaki lima, lokasi itu poinnya 50% bagi saya. Bukan berarti saya anti makan dipinggir jalan yah. Saya suka jajan dipinggir jalan tapi harus diperhatikan juga lokasinya. Apakah dekat dengan pembuangan sampah? Bau nggak? Banyak debu nggak? 

Bayangin dong kalo rombong kali lima atau warung berada didekat tempat pembuangan sampah umum. Iyuuuuh. Bau menyengat dimana-mana, yang ada muntah deh. Jadi, pilih lah tempat makan yang tempatnya "aman" bagi hidung dna penglihatan.

2. Dapur/tempat masak
Saya paling ngeri sama rumah makan/warung/kaki lima yang dapurnya berantakan dan jorok. Misal, barang-barangnya berlumut, bertagar dan berhamburan. Entah itu mejanya yang berlumut, pisaunya bertagar atau sampahnya dibuang sembarangan. Ih keliatan banget nggak sih sembarangannya. Kebayang dong gimana jadinya makanan kita? 

3. Kebersihan Barang
Sendok, piring, tempat sambal, garpu, sedotan dan meja makan, semua itu poinnya 80% dimata saya. Meja kotor dan basah, sendok dan garpu masih berminyak, sedotan bekas orang dicuci dan dipajang lagi dan tempat sambalnya belepotan. Bisa dipastikan deh cara nyucinya sembarangan, air yang digunakan pun air kotor (bekas dipake nyuci berulang kali dan nggak diganti). Ah no way babe . Jaga kesehatan.

Diluar sana pasti ada yang teriak deh, "eh lo kalo mau bersih, sesuai manner, makan di restoran bintang lima aja sana! Ya namanya makanan pinggir jalan ya gitu. Kalo mau bersih, jangan makan pinggir jalan!"

Yakali bro, meskipun jualan dipinggir jalan juga harus peduli dong sama makanan yang kita jual dan pembeli yang membeli makanan kita. Dimanapun tempat jualannya, kebersihan itu yang utama.

4. Cara menyajikan
Nah cara menyajikan ini salah satu concern saya. Saya paling nggak suka makanan saya dibawakan pake tangan doang, tanpa nampan. Kadang kalo bawain minum, jari waitersnya suka berada di bibir gelas atau tangannya menyentuh makanan yang dipesan. Mohon maaf lahir dan batin, harusnya makanan diantar menggunakan nampan paling nggak.

5. Bahan makanan
Kalau makan diluar, harus diperhatikan juga bahan makanan yang digunakan. Kalau terlihat mencurigakan, jangan sekali-kali dicoba yah. Nanti sakit loh.

6. Toilet
Ini nggak berlaku buat kaki lima (yakali dagang kaki lima juga ada toiletnya). Saya ini orangnya beseran, kalo mau ngapa-ngapain itu musti absen dulu ke toilet. Jadi, kalo saya makan diluar, toilet yang bersih itu adalah harga mati. Kalo toiletnya jorok, udah pasti deh saya nggak akan balik kesana lagi, hehehe. Ribet yah?

Nah itulah hal-hal yang sering saya perhatikan kalo makan diluar. Mau ngajak saya makan diluar? Boleeeeh, tapi plis lihat ketentuan diatas #ahelah *ditendang*.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Makan di kaki lima tidak ada yang melarang, tetapi sebaik mungkin perhatikan packaging makanan yang anda gunakan. apakah aman untuk kesehatan Anda? Oleh sebab itu, mulai sekarang ayo gunakan kemasan makanan Greenpack! Kemasan Makanan ramah lingkungan juga sangat aman untuk makanan.

    Informasi lebih lanjut tentang kemasan ini dapat Anda temukan di sini : http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete