Kangen Ayam Geprek !

4 tahun saya tumbuh dan berkembang melewati masa remaja saya di Kota Yogyakarta. Bukan, saya bukan asli Yogya (selanjutnya saya tulis : Jog...

4 tahun saya tumbuh dan berkembang melewati masa remaja saya di Kota Yogyakarta. Bukan, saya bukan asli Yogya (selanjutnya saya tulis : Jogja). Saya cuma merantai menuntut ilmu di kota itu. Tapi entah kenapa, jika saya menginjakkan kaki di kota Jogja rasanya seperti “pulang”. Feels like home.  Apa benar karna Jogja berhati nyaman, jadi bisa buat saya nyaman tinggal disana? Atau karna ada orang yang bisa membuat nyaman? #dikemplang.

Satu tahun sudah saya meninggalkan Jogja, satu tahun raga saya berada di kampung halaman, tetapi masih saja saya kepikiran akan kota itu. Bahkan kadang saya membayangkan andai saja saya sedang berada disana, menginjakkan kaki disana, berjalan kaki, mengendarai motor menyusuri kota. Ah indahnya. Yogyakarta-ku, Jogja-ku.

Jika membahas tentang kota Jogja, satu hal yang saya ingat. Saya suka banget makan ayam geprek Sadhar. Ayam goreng kentucky di geprek dan diulek dengan bawang putih, terasi, lombok dan garam. Kalau saya membayangkan makanan itu, rasanya air liur ini berkontraksi dan memburu hasrat untuk memakannya. Anyway, sebenarnya makanan sejenis ayam geprek ini bisa ditemui di banyak tempat di Jogjaa. Biasanya bisa ditemui di daerah sekitar kampus. Soalnya murah dan praktis, jadi disukai anak kos *curhat*. Kalau nggak percaya, coba deh buktiin. Coba aja pergi ke Sanata Dharma, Babarsari, UNY bahkan UTY. Ayam geprek ini ibarat udah jadi hot icon-nya kota Jogja sih.

Bagi saya, ayam geprek adalah makanan yang "aman", karena rasanya sudah pasti. Sudah pasti pedas dan saya suka. Nah, buat adek-adek pendatang yang baru pertama kali ke Jogja, baru merantau di Jogja, baru jadian, ayam geprek bisa jadi pilihan makanan yang gampang kamu temui hihihi. Selain mudah ditemui nih, harga satu porsi ayam geprek terjangkau banget dikantong.

Sekarang saya sudah di Sampit. Sudah jauh dari Jogja. Jauh dari Ayam Geprek Sadhar. Jauh dari kamu #PLAK. Tapi yasudahlah, di Sampit masih ada orang yang jual ayam, tepung dan kawan-kawan, hehehe. Siang itu saya memasak ayam goreng tepung dan mengeksekusi ayam geprek diatas ulekan *baiklah, bahasanya cukup wagu*.




Teruntuk teman-teman kuliah yang dahulu menjadi partner saya makan ayam geprek sadhar, baik itu mereka yang duduk telempoh di atas trotoar Mrican atau duduk dikursi dibawah tenda biru dan atau yang jongkok sambil ngobrol diseberang tenda, aku mengingat kalian. Yuk kapan kita makan ayam geprek lagi?

Tapi bayarin tiket ke Jogja-nya ya. Hehehe




post signature




You Might Also Like

0 komentar