4 Tips Memasak Untuk Masa Depan Yang Lebih Hemat

Banyak alasan kenapa saya (tentunya kamu juga) harus makan makanan "rumah" dan memasak disela-sela sibuk bekerja pada  weekdays...

Banyak alasan kenapa saya (tentunya kamu juga) harus makan makanan "rumah" dan memasak disela-sela sibuk bekerja pada weekdays. Saya cuma punya satu alasan kuat kenapa hal tersebut harus saya lakukan, yaitu ;
HEMAT
Yup! Hemat adalah hal yang harus menjadi habit, kenapa? Karena, coba baca tulisan saya berikut;
Save Your Future, Pentingnya Menabung
Nggak bisa dipungkiri, pengeluaran terbesar kita adalah biaya untuk hidup; makan. Karena makan adalah sebuah kebutuhan primer yang nggak bisa diindahkan, maka kita harus lebih pandai untuk mengelolanya. Kalau saya, kamu atau kita makan diluar terus, jangan ditanya kenapa uang selalu habis sebelum akhir bulan. Bayangkan aja, berapa uang yang harus kita keluarkan untuk biaya makan setiap harinya, misalnya;
Biaya untuk sekali makan Rp. 25.000,- 
Rp. 25.000 x 3 = Rp. 75.000
Rp. 75.000 x 30 Rp. 2.250.000,- 
Kalau gaji cuman Rp. 3.000.000.- berarti lebih dari 50% gaji kita habis cuma buat makan doang. Mana dana urgensi? Mana biaya untuk kesehatan? Mana biaya untuk rawat muka adek? Mana dana untuk ke salon? Mana dana untuk jajanin pacar? Mana tabungan buat beli rumah? Mana tabungan buat beli mobil? Mana dana untuk investasi? Untuk pensiun?

Hayoloh, ribet banget deh kalo punya temen kaya saya yah? Bawel.

Meskipun seorang perempuan, menurut saya sih, udah bukan zamannya menggantungkan kehidupan pada laki-laki dan udah bukan zamannya lagi yang matre cuman perempuan, laki-laki juga udah ada tuh #ditampol. Bukan maksudnya merendahkan, cuman, perempuan nggak cuma bisa menggantungkan hidup pada laki-laki tapi perempuan juga punya kemampuan untuk memapankan hidupnya. Ya nggak?

Nah sebagai seorang perempuan dewasa yang bekerja dan sangat aware terhadap kebutuhan dimasa yang akan datang #AHELAH, saya berusaha meminimalisir pengeluaran yang sebenernya bisa ditekan, yaitu dengan memasak.
Aduh Clara, ribet banget udah kerja, segala masak. Mending beli aja kali...
Emang sempet, kerja sambil masak?
Emang bisa masak?
Aduhlah, pertanyaan ikam ni. Ya bisalah, ya sempet lah!  Pertanyaan ini sering banget dilontarkan sama orang yang nggak percaya kalo saya bisa masak disela-sela bekerja. Bahkan disela waktu istirahat yang hanya satu jam, saya masih sempat masak untuk makan siang. Nah, bukan hal yang mustahil kalau kita bisa lebih hemat dalam pengeluaran untuk makan. Berikut tipsnya;

1. Belanja Dalam Jumlah Besar dan Jangka Waktu Tertentu


Hal yang selalu saya lakukan adalah belanja bulanan dan mingguan. Belanja bulanan biasanya adalah kesempatan saya untuk belanja barang-barang yang nggak mudah busuk, misalnya; beras, minyak goreng, garam dan kebutuhan lainnya yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama (paling nggak harus tahan selama satu bulan). Belanja bulanan ini saya gunakan untuk stok kebutuhan selama satu bulan. Belanja mingguan adalah kesempatan saya untuk belanja sayur, buah dan ikan/daging. Pada kesempatan ini, saya belanja untuk kebutuhan selama satu minggu. Jadi saya nggak pernah beli sayur eceran diwarung, karena lebih mahal biasanya. Saya selalu beli sayur dan lainnya dalam jumlah besar, agar lebih murah. Biasanya setelah saya beli, sayur dan ikan selalu saya bersihkan kemudian dimasukkan ke dalah freezer atau cooler aja supaya tahan lama.

Keuntungannya? kita bisa menghemat waktu karena nggak harus pergi ke pasar setiap pagi, hemat biaya karena barang yang dibeli dalam jumlah yang besar biasanya lebih murah dan semua terjadwal sehingga memudahkan kita untuk memilih menu masakan.

Tips :
  • Belanja sayur di pasar besar, karena harga biasanya lebih murah daripada belanja di supermarket atau warung.
  • Belanja di distributor, belanja bulanan di distributor sembako lebih hemat dibanding harus belanja di supermarket atau mall, selisihnya banyak cin.
  • Belanja dalam jumlah besar (sekaligus), kalau belanja sedikit-sedikit, pengeluaran kita cenderung lebih besar karena godaan lebih banyak.
  • Setelah belanja ikan atau sayur, biasakan untuk memcucinya dengan bersih dan simpan di Tupperware kemudian masukkan kulkas agar tahan lebih lama. Untuk ikan, segera potong dan bersihkan, beri bumbu, kemudian masukkan dalam freezer. Jika sewaktu-waktu diperlukan, cukup keluarkan ikan dan biarkan dalam suhu ruangan.


2. Buat Plan

Make a plan

Plan memudahkan kita untuk mengambil keputusan dalam waktu singkat. Saya selalu membuat plan pada hari sebelumnya. Namanya sub-planning (apasih ya). Ide besar berada pada belanja mingguan, kemudian dipecah kembali ke menu harian. Saya selalu menyiapkan menu makan pada hari esok di malam sebelumnya. Sehingga, saat hari H, saya cuman tinggal cemplang-cemplung di panci. Dengan begitu, waktu memasak jadi lebih singkat. Kita masih punya banyak waktu untuk dandan, bersih-bersih rumah atau blogging.

3. Menyimpan Bumbu Serbaguna dan Praktis


Bagi yang emang nggak ngerti bumbu, bumbu kemasan ini bisa jadi solusi loh. Kamu nggak harus perlu tahu ketumbar itu yang mana, merica yang bentuknya gimana atau kunir itu yang mana sih? Dengan menggunakan bumbu serbaguna dan praktis ini, tentu nggak bikin kamu berpikir dua kali untuk menggunakannya. Cuma tinggal celup-celup, goreng, kelar deh. Menyimpan bumbu lengkap; satu hal yang menurut saya paling essential dari ide memasak adalah bumbu. Right, kita harus banget nyimpan bumbu lengkap atau basic supaya mempermudah kita menyiapkan makanan. Bumbu yang wajib ada di dalam penyimpanan kita adalah bawang merah, bawang putih, kencur, kunir, daun salam, serai, daun jeruk dan lainnya. 

Tips:
  • Haluskan bumbu basic; bawang merah dan bawang putih sebagai bumbu dasar yang biasanya digunakan untuk berbagai macam masakan dan disimpan dalam kulkas agar tahan lebih lama.

4. Stok Telur

Jalan terakhir kalau malas masak adalah goreng telur. Sudah, jangan ditanya. Kehidupan working ladies yang harus memasak dan bekerja bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Saya membagikan tips juga nggak mudah sih, karena rawan digebukin orang, hihihi. Iya memang nggak ada yang bilang kegiatan memasak dan bekerja adalah perkara gampang. Banyak kegiatan yang harus ditangani oleh seorang karyawan, belum jobdesk yang belum kelar atau perkara ada rapat dadakan bisa jadi alasan kita mengurungkan niat untuk memasak. Tapi bukan berarti kita menyerah dong tsay... Ingatlah, disetiap ksulitan pasti ada jalan, ingatlah disetiap kelaparan pasti ada telur yang menyelamatkan kehidupan kita! 

Nah itulah 5 tips dari saya untuk semua pejuang working ladies diluar sana, terlebih yang masih butuh masker untuk perawatan wajahnya dan butuh drama travelling untuk menyelamatkan kehidupannya. Demi bisa travelling mewah, punya investasi dimasa tua dan kehidupan annak yang selalu tercukupi dimasa yang akan datang, yuk mulai masak atau bawa bekal dari rumah.

Hidup working ladies

You Might Also Like

24 komentar

  1. waduh benar juga ya, dulu aku lakukan saat anak2 masih bersamaku setelah anak-anak merantau, gak lagi kalau berdua lebih enak beli jadi

    ReplyDelete
  2. aku pun sama mba klo belanja sayuran tiap minggu dan uda rencanain ntar masak apa2nya hehehe alhamdulilah hemat bingits :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan mbak. Daripada jajan mulu. Lumayan duitnya bisq buat beli lipstik #lah, hehehe

      Delete
  3. Wahh aku baru mau menerapkan nih. Katanya memang lebih hemat dan sehat. Hehehehe.

    ReplyDelete
  4. Saya merencanakan masak tergantung bahan2 yang ada di pasar. Hehee.. Kadang berencana masak ikan, eh ketemu ikan yang ga segar. Ga jadi beli. Jadi rencana masaknya kalau udah ada bahannya :D
    Btw.. Thanks tips-nya, Mbak :-)

    ReplyDelete
  5. Saya merencanakan masak tergantung bahan2 yang ada di pasar. Hehee.. Kadang berencana masak ikan, eh ketemu ikan yang ga segar. Ga jadi beli. Jadi rencana masaknya kalau udah ada bahannya :D
    Btw.. Thanks tips-nya, Mbak :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ini juga nih kendalanya. Tp pasti ada plan B nya dong mbak, hihihi

      Delete
  6. Wih rajin amat Mba'nya yah, masih kerja sibuk masak juga, saluuut. Saya biasanya pake perencanaan juga, tapi kadang tukang sayur nggak bawa seperti yang saya mau. Jadilah beli aja, haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Demi masa depan yang lebih baik mbak :((( beli dipasar aja mbak :p

      Delete
  7. Jaman2 blm nikah dulu temen sekosku nih yg begini. Rajin dia mah :D. Kalo aku dulu slalu beli mbak :D. Pdhl memang sbnrnya selisih beli ama masak jauuh bgt ya. Baru sjk nikah inilah aku akhirnya lbh milih si mbak art masak aja drpd beli :D. Krn pengeluaran rt jd lbh hemat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai RT harus lebih hemat yah mb. Memang menikah merubah segalanya #ceilah #kaya saya udah nikah aja :)))

      Delete
  8. Akupun demikian mbak, karena bekerja, pasti saya belanja kebutuhan sehari2 dlm jumlah banyak

    ReplyDelete
  9. Aku belum bisaaa. Apalagi alu gak kerja. Wkwkwkwkw.
    Anyway, bakal aku pake caranya nih, mbak. Makasih ya. :))))

    ReplyDelete
  10. aku sih selalu masak... tapi kok ya..kadang duit jebol ama jajanan..ya..he2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jajanan emang susah dielakkan :))

      Delete
    2. Jajanan emang susah dielakkan :))

      Delete
  11. Jadi emak itu memang harus punya banyak trik ya demi masa depan yang maknyus hehehehe

    ReplyDelete
  12. Iya kerasa banget mbak kalau makan di luar itu. Seratus ribu cepet banget ilangnya. ._.

    ReplyDelete
  13. Maakan di luar itu emang ga kerasa bikin dompet cepet langsing hahaha... Waktu masih kerja dulu, sebisa mungkin aku bekal dari rumah. kalau buru-buru kepaksa beli di luar. padahal masih pengen jajan cemilan lah, beli lipen lah, maenlah, nonton dsb (konsumtif banget, ya).

    ReplyDelete
  14. Setuju banget. Kalau masak sendiri, lebih hemat. Dan bisa buat beli lipen #eh

    ReplyDelete