Review : Hotel Ibis Budget Juanda Surabaya

Travelling bukan lagi jadi hal yang luar binasa biasa bagi banyak orang. Kalau dulu travelling selalu identik dengan pulang kampung,...



Travelling bukan lagi jadi hal yang luar binasa biasa bagi banyak orang. Kalau dulu travelling selalu identik dengan pulang kampung, perjalanan bisinis atau hanya orang yang turah-turah duitnya. Sekarang, travelling sudah menjadi hal yang biasa bahkan menjadi kebutuhan primer untuk sebagian orang. Populernya kalimat, "kamu terlalu serius, butuh piknik" atau "kamu kurang fokus, butuh piknik" menjadikan piknik seakan hal yang harus dilakukan. Terlebih, kini tiket transportasi sudah semakin murah dan mudah untuk dibeli menjadikan travelling adalah hal yang harus kita lakukan.

Bicara mengenai piknik, travelling, jalan-jalan, saya dan keluarga termasuk dalam rombongan sirkus yang seneng jalan-jalan. Tempo hari, saya dan mama papa pergi ke Surabaya. Baliknya, dapet tiket penerbangan paling pagi, yaitu jam 06.00 WIB. Kalau take off jam segitu, jam berapakah kita harus check in? Lelah adek. Paling telat, jam 05.00 WIB kita harus udah ada di bandara dong yah. Sementara, hotel tempat kita menginap di Surabaya adalah tepat di tengah kota, mak. Bayangin dong harus jam berapa kita bangun?

Karena ogah begadang dan ogah buru-buru yang berakibat pada hilangnya barang bawaan, jadi saya memutuskan untuk mencari hotel yang berada di bandara. Ketemulah saya dengan Ibis Budget Juanda Surabaya. Hotel ini tepat berada di dalam bandara, berada disamping terminal keberangkatan dalam negeri. Namanya aja hotel budget, jadi interior kamar juga "budget". Kamar nampaknya sengaja dibuat minimalis karena hotel diperuntukkan bagi mereka yang menunggu penerbangan selanjutnya (transit) atau yang kepepet macam saya.



Setelah mengurus kamar di resepsionis, akhirnya saya masuk jua ke kamar serba minimalis ini. Oya, saya dapat kamar yang menghadap depan bandara Juanda. Aih, kurang sedap ya. Lebih bagus kalau menghadap lapangan terbangnya yah. 

Kamarnya minimalis, semua aspek ruangan dibuat seminim mungkin. Wastafel dipasang diluar kamar mandi. Kaca buram di sebelah kanan wastafel ini adalah kamar mandinya. Agak horor gitu sih, soalnya kaca nggak menutupi ruangan sampai atas dek (kalau nginep sini jangan sama lawan jenis yah, bahaya, hahaha). Dibelakang wastafel dan kaca ini, dipasang meja kecil yang melekat pada tiang. Jadi nggak memakan banyak tempat deh. Bolehlah ya...


Toilet berada diruangan terpisah dari shower kamar mandi. Ukurannya kecil dan mepet banget deh.


Oya, karena saya kemaren perginya bertiga, jadi saya memilih kamar yang bisa untuk bertiga dengan harga Rp. 475.000,-. Jadi ada ranjang diatas ranjang (apasih). Ranjang di bawah bisa untuk 2 orang dan diatas untuk satu orang saja.



Dari dalam ruangan kamar, kita bisa lihat jadwal penerbangan pesawat. Punya kita udah open gate belum yaaah...




Karena kebanyakan waktu santai, jadi saya dan mama papa menyempatkan diri untuk jalan-jalan dan foto-foto nih di bandara. Bagi foto mama papa dulu lah, cheers...


post signature

You Might Also Like

2 komentar

  1. Ih wow beneran budget hotel. Serba minimalis. Btw fotonya kurang mba saya jd penasaran ama daleman yg lainnya misalnya sarapannya, lobby, ruang ini dan itu hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaah maaf bgt mb. Kemarin saya nggak ikutan breakfast, soalnya sy dapet flight subuh gt. Jadi nggak sempet banyak foto :( maaf yah :(

      Salam kenal mb Amanda :)

      Delete