Switchable me: It's Easy as One Two Three

Udah bulan November aja nih, udah memasuki penghujung tahun. Jadi, sekarang lagi sibuk apa? Sibuk ngurusin target kerja yang belum capai? ...

Udah bulan November aja nih, udah memasuki penghujung tahun. Jadi, sekarang lagi sibuk apa? Sibuk ngurusin target kerja yang belum capai? Sibuk ngurusin resolusi yang belum kesampaian? Atau sibuk ngurusin perasaan yang belum kelar juga? #AHEY. Kalau saya sih lagi sibuk sama kerjaan yang menumpuk karena harus pindah jabatan di akhir tahun. Akibatnya, waktu untuk menyalurkan hobi pun terganggu. Saya susah sekali blogging karena pulang terlalu malam jadi nggak ada waktu untuk menulis. Sebenernya punya sih waktu kosong, cuman diwaktu kosong tersebut posisi saya sedang berada dikantor. Sementara PC kantor nggak bisa digunakan untuk hal-hal selain pekerjaan dan nggak mungkin dong saya buka notebook butut milik pribadi ini. 

Notebook saya ini ribet, karena baterainya udah rongsok. Saya harus colok charger selama penggunaan. Ribet yah. Selain itu, notebook milik saya ini sedikit berisik, maklum barang tua. Masih menggunakan teknologi purbakala. Tahukan kalau perangkat notebook jaman dulu itu sudah terlampau ketinggalan zaman di abad ke 21 ini #AIS. Notebook saya masih menggunakan fan, yang menimbulkan suara berisik dan bahkan nggak berpengaruh banyak pada suhu notebook. Notebook saya bahkan masih aja panas. Pernah dong notebook saya overheat, dampaknya notebook saya ini suka crash mendadak. Bahkan debu juga sering muncul akibat penggunaakn fan. Debu yang muncul karena fan membuat komponen internal saya sering sekali mengalami kerusakan. Aduh mak,ini mah namanya amsyong. Udah barang lama, berisik, sering rusak pula. Lama-lama tekor deh ini kantong adek.

Overheat juga menyebabkan baterai saya jebol, sehingga membuat saya angkat tangan menggunakannya ditempat umum. Gile aje lo, lagi di tempat umum, lagi konsen-konsennya nulis, eh taunya BATERAI MAU ABIS. Rasanya mau nangis berlian mak. Ngeri banget kan kalo udah susah payah nulis malah gak kesimpan. Mau nangis bombay atau nangis bawang goreng? Nggak ada gunanya. Oleh karena itu, saya jarang banget, eh hampir gak pernah ding bawa notebook ke kantor atau tempat umum lainnya. Hasilnya, ya itu tadi, saya sulit sekali menyalurkan hobi. Blog pun isinya udah kaya sarang laba-laba, berdebu. Jarang banget disentuh, kaya hati ini yang jarang tersentuh.

Kondisi saya sebagai seorang pekerja AM to PM, membuat saya memiliki waktu yang minim dirumah. Saya jarang banget pulang untuk istirahat dirumah. Seringkali saya menghabiskan waktu istirahat di kantor. Jam makan siang saya habiskan untuk makan sambil update media sosial, baca berita dan yang paling penting, menyalurkan hobi menulis saya, yaitu melalui blog. Jika sedang tidak dirumah, saya menulis dan melakukan beberapa perbaikan pada blog melalui smartphone. Bagi sebagian orang, termasuk saya nih, menulis melalui smartphone bukanlah hal yang menyenangkan. Alasannya banyak, diantaranya; feelnya kurang, kurang greget kalau nggak ngetik pakai keyboard, sering typo, atau kemampuan smatphone yang kurang powerful. Banyak banget keluhan saya ini ya. Entah notebook jadul yang berisik, daya baterai yang minim atau kurang powerfulnya sebuah smartphone. Yee... Siapa hayo yang nggak setuju atas pernyataan saya ini? Siapa yang nggak bete kalo lagi asik nulis, tiba-tiba smartphonenya ceket? Hayo, kan kesel kalo gitu, bikin kinerja kurang optimal.

Banyaknya keluhan saya diatas membuat saya merasa jenuh banget sama keadaan yang menyedihkan ini. Saya pikir, saya butuh banget perangkat yang ringan, dapat mendukung aktivitas, nggak mudah panas, baterai tahan lama dan satu lagi nih yang paling penting sih powerful, dan nggak ngelag kalo lagi nulis. Jadi, saya mulai searching mengenai perangkat yang bagus untuk bisa mendukung profesi dan hobi saya dalam satu langkah mudah, akhirnya ketemulah saya sama notebook hybrid
Apa tuh notebook hybrid? 
Notebook Hybrid merupakan perpaduan antara tablet dan laptop dalam satu perangkat (2in1). Jadi perangkat ini tampak seperti laptop tapi bagian layar bisa dilepas dan dibawa kemana-mana seperti tablet. Udah pasti dong notebook ini mengusung fitur touchscreen yang bisa menambah kemudahan dalam beraktivitas. Salah satu notebook hybrid yang bikin saya jatuh cinta adalah Acer Switch Alpha 12.

Seperti judulnya, as easy as one, two, three;
http://www.acerid.com/

One: as a notebook

Tampilan utama Acer Alpha 12 ini adalah sebuah notebook. Seperti layaknya sebuah notebook, Acer juga dilengkapi sebuah keyboard dan trackpad. Ini juga yang menjadi salah satu alasan saya naksir berat sama si Acer Switch Alpha 12, yaitu karena tampilannya yang estetis.
Estetis gimana?
Iya, pada produk serupa, umumnya hanya dilengkapi dengan keyboard standar yang cenderung biasa saja, tapi kalo yang ini nih. Keren banget! Keyboard di lengkapi dengan backlight yang mampu mendukung saya melakukan aktivitas di ruangan yang redup. Aduh, saya banget nih! Soalnya kadang saya masih aja suka blogging saat detik-detik terakhir mau tidur, hihihi


http://www.acerid.com/

Fitur notebook lain yang bisa ditemukan di Acer Switch Alpha 12 adalah adanya sistem pendingin. Tapi, pendingin dari Acer ini lebih mutakhir. Acer Switch Alpha 12 adalah notebook terbaik sekaligus tablet pertama didunia yang hadir dengan sistem pendinginan Liquidloop; teknologi yang digunakan adalah berupa pipa berisikan cairan pendingin untuk menstabilkan suhu processor.  Hasilnya? Acer Switch Alpha 12 nggak berisik kaya notebook jadul saya itu. Teknologi fanless pasti membuat saya bisa menjalankan hobi dalam keadaan senyap. Ah, pasti bakal membuat saya lebih konsen blogging. Selain itu, fanless juga membuat perangkat bebas debu; motherboard aman dan say no to overheat.

http://www.acerid.com/

Acer Switch Alpha 12 menggunakan processor Intel Core i Series generasi ke 6. i5 adalah processor generasi baru dari intel dengan arsitektur berbasis Skylake yang dikembangkan khusus untuk notebook. Selain 2 CPU core dengan hyper-threading 2.3-2.8 GHz, chip processor ini juga terintegrasi dengan HD Graphics 520 GPU dan dual channel DDR4-2133/DDR3L-1600 memory. i5 merupakan processor kelas menengah yang berada diantara i3 dan i7. Daya lebih hemat dan efisien. Kemampuan grafis dan performance juga cukup untuk keperluan office dan multimedia. Wah cocok banget nih buah blogger kaya saya yang senang visual.

Two: as a tablet

Sebagai sebuah tablet, Acer memiliki bodi yang cukup slim dan mudah dibawa kemana-mana. Dengan sistem operasi Windows 10 memberikan keleluasaan baik untuk penggunaan sebagai tablet dan notebook. Live tile yang berwarna-warni membuat tablet lebih terasa meriah dibandingkan tablet yang hanya berbasis Android.

Bukan hanya bisa dijadikan notebook atau tablet aja, si Acer ini juga dibekali pen, yang tentunya bisa mendukung kita membuat desain grafis yang lebih mudah. Stylus pen bukan sekedar stylus biasa loh, stylus pen memiliki sensitivitas hingga 256 tingkat tekanan sehingga tulisanmu lebih rapi, juga mampu mengatur ketipisan dan ketebalan garis atau sketsa digital lebih presisi. Cocok nih buat para foodies, pen ini tentu berguna banget untuk menggambar sketsa platting. Dengan display 12" dan resolusi tinggi, yaitu QHD (2160x1440) yang juga dilengkapi dengan teknologi IPS, menbuat sketsa mu tampak lebih hidup. Waaahhh bikin makin semangat deh melakukan uji coba makanan.

http://www.acerid.com/

Three: as both

Sebagai wanita karir yang aktif #ceileh, saya butuh banget perangkat yang ramping dan fleksibel dibawa kemana-mana. Acer Switch Alpha ini memiliki bodi seperti yang saya idamkan. Hmm... kayaknya cocok banget deh buat saya yang selalu mau tampil gaya tapi tentunya dengan perangkat yang mumpuni. Seperti yang saya bilang tadi, Acer itu switchable, Acer dapat berubah dari tablet menjadi notebook  hanya dengan melakukan langkah yang amat sangat mudah, hanya dengan melakukan gerakan; melepas atau memasang biasa, artinya memasang dan melepas keyboard docking dengan mudah karena hanya menggunakan engsel magnet. Berarti mudah bangetkan? Nggak ribet, pokoknya kece badailah.

http://www.acerid.com/

Simpelnya, Acer Alpha 12 ini bikin kamu lebih mobile dibandingkan sebuah notebook dan lebih powerful dibandingkan sebuah tablet.
"Acer Alpha 12 is more mobile than a notebook and more powerful than a tablet"
http://www.acerid.com/
Kalau saya punya Acer Switch Alpha 12, saya bakal bisa lebih sering update blog di kantor karena Acer yang bisa mendukung switchable me (switching my job?), dari seseorang yang harus serius menjadi seorang kaum urban "professional" #AHELAH.

Saya bakal bawa Acer Switch Alpha 12 ini kemana aja saya pergi. Bisa nongkrong dikantin untuk makan siang sambil blogging, nongkrong di cafe sambil benerin blog atau edit foto saat saya di perjalanan. Gile aja lo, masa punya barang kece disimpen dirumah aja? Ya nggaklah, dipamerin dong. Gimana? Asik nggak? Keren nggak?

http://www.acerid.com/

You Might Also Like

1 komentar