Tiga Alasan Dilematis Untuk Blogging

Sebagai seorang buruh korporat, b ukan hal yang mudah bagi saya untuk selalu membagi waktu antara blog dan bekerja. Bahkan sampai sekar...

Sebagai seorang buruh korporat, bukan hal yang mudah bagi saya untuk selalu membagi waktu antara blog dan bekerja. Bahkan sampai sekarang pun saya belum bisa menjadi adil dalam membagi waktu #asek. Saya sangat senang blogging, tapi saya juga seorang pekerja. Saya nggak punya banyak waktu diluar jam kantor, tapi sungguh saya ingin berkarya #tsailah.

Nggak butuh banyak alasan sih untuk pada akhirnya-nggak-jadi-blogging. Ada 3 alasan yang seringkali membuat saya mandek, yaitu:

1. Waktu
Keterbatasan waktu membuat saya kadang malas sekali untuk menulis. Kadang, ketika sampai dirumah, yang ada dalam benak saya adalah
"Kan udah bukan jam kantor. Boleh dong istirahat"
"Kan udah 5 x 24 jam kerja, boleh dong leha leha dulu"
Kalimat-kalimat itu yang selalu berhasil membujuk saya untuk tetap berada di posisi 'PW'. Dilematis banget nggak sih, disatu sisi kita pengen istirahat, disisi lain kita juga pengen mengembangkan kemampuan menulis. Galau. Padahal ada pepatah mengatakan;
"Nggak ada orang yang benar-benar sibuk, yang ada hanya orang yang tidak memiliki prioritas"
https://yukbisnis.com/
Yukbisnis.com
Orang sibuk, selalu membicarakan tentang apa yang dia lakukan, sementara yang terjadi pada orang yang produktif adalah hasil yang berbicara. Nahloh, cukup menampar nggak ini?

Sebenarnya mungkin kita harus membuat to do list setiap harinya, supaya kita fokus pada goals dan tetap on the track *ngomong depan kaca*. 

2. Nggak punya ide

Nggak punya ide adalah alasan paling berbahaya bagi seorang seniman. Ketika ia tidak memuliki ide, maka berakhirlah karyanya. Disitulah ia perlahan-lahan akan mati. Sunyi. Sendiri. #YHA. Dan memang sepantasnya, alasan nggak punya ide adalah alasan yang TIDAK DAPAT DITERIMA dan patut untuk DITOLAK MENTAH-MENTAH *emosi*.

Ada yang bilang, ide itu harus dipaksa. Harus dituntut keluar dengan cara terus menulis. Secara alamiah biasanya ide akan mengikuti *katanya. Atau kita coba untuk memaksakannya misalnya dengan cara; kita bikin tema atau jadwal. Hari ini kita bahas apa, minggu ini temanya apa atau membahas hal-hal yang sedang banyak diperbincangkan. Selain membuat kita disiplin, cara blogging berjadwal seperti ini bisa mempuat postingan kita lebih rapi dan terarah.Nah ini nih kayaknya yang harus mulai diterapkan. Soalnya, belajar dari pengalaman, apapun itu, kalau kita nggak fokus, goals itu selamanya hanya akan menjadi "goals". Nggak akan pernah menjadi present. Gitu yak hihihi 

Teorinya sih gitu, dilematisnya adalah kita udah capek, menuntut ide, ujung-ujungnya malah ngantuk dan akhirnya ketiduran. Sementara, di dunia maya, ada blog yang butuh disentuh dan dikembangkan oleh pemiliknya. Gimana perasaanmu?

3. Nanti dulu
Sekian banyak nanti dulu menjadi nanti-nanti membuat kita nggak pernah bergerak pada akhirnya.
Dan iti benar terjadi pada saya. Sekian banyak nanti akhirnya satu bulan terlewati dan blog saya kosong. Sekian banyak nanti dulu membuat mimpi kita tertunda hingga pada akhirnya kita terlambat menyatakan cinta #apeu.

Maka dari itu terbesit ide saya untuk menerapkan dua hal diatas,
tapi nanti dulu...
#LAH

Itulah manusia  saya. Terlalu banyak mengeluh sampai akhirnya nggak pernah maju. Blog nggak pernah keisi tapi domain bayar mulu *curhat.

Kalau kalian gimana gaes? Apakah kalian pernah mengalami hal yang sama? Gimana sih cara kalian mengatasinya? Kasih masukan yuk di kolom komentar.

post signature



You Might Also Like

0 komentar