Dorsett Hotel Mong Kok, Hong Kong

Pengalaman pertama going abroad  nggak akan pernah saya lupakan. Pertama kali berhadapan dengan staff imigrasi, merasakan duduk di pesa...


Pengalaman pertama going abroad nggak akan pernah saya lupakan. Pertama kali berhadapan dengan staff imigrasi, merasakan duduk di pesawat Internasional, menginjakkan kaki dibelahan bumi lainnya dan yang pasti pengalaman pertama menjadi seorang stranger. Bukan perkara mudah menjadi seorang stranger dan nggak bisa bahasa sekitar. Saya sebut stranger karena saya merupakan seorang foreigner yang nggak bisa berbicara menggunakan bahasa nasional negara tersebut. Mau pake bahasa Inggris, tapi kebanyakan dari mereka juga nggak ngerti Bahasa Inggris. Mau pake bahasa Mandarin? Wo bu zhi dao laa! 

Hong Kong, menjadi pilihan bagi saya untuk menjajal rasa sebagai seorang stranger. Hampir seperti di Indonesia, nggak banyak yang bisa menggunakan Bahasa Inggris. Kebanyakan dari mereka menggunakan Bahasa Kanton. Anybody knows?

Karena banyaknya keterbatasan, kekurangan dan ketidaksempurnaan, untuk perjalanan kali ini saya lebih memilih untuk menginap di hotel yang memiliki good service good facilities also. Untuk pertama kali, saya mencoba membaca peta daerah Hong Kong. Saya memetakan daerah berdasarkan tujuan kuliner dan belanjanya #ehaaakkk. Setelah googling sana sini, akhirnya pilihan saya jatuh pada Dorsett Hotel yang terletak di Mong Kok.

Kenapa saya pilih Mong Kok?

1. Terdapat banyak restoran di sekitar Mong Kok. Mulai dari restoran kecil, pinggir jalan hingga yang berkelas. Sehingga menurut saya, Mong Kok memberikan varian makanan yang banyak dengan harga yang masih cukup di kantong.
2. Berbicara mengenai kantong, Mong Kok adalah daerah dengan kondisi dompet menengah ke atas. Sehingga dalam ekspektasi saya, daerah ini nggak terlalu kumuh, nggak terlalu metropolis dan masih cocok dengan budget yang saya miliki. Berbeda halnya dengan Tsim Sha Tsui, daerah perbelanjaan elite dan mahal, kalau di Singapore, Tsim Sha Tsui ini ibarat Orchardnya lah.
3. Mong Kok adalah lokasi yang strategis karena letaknya dekat ke beberapa daerah perbelanjaan lainnya, misalnya Tsim Sha Tsui, Jordan Road, dan lainnya.

Kenapa Dorsett Hotel?

1. Lokasi hotel dekat dengan pusat perbelanjaan. Disana ada Langham Place dan Ladies Market.
2. Lokasi hotel dekat dengan beberapa tujuan kuliner. Apalagi tujuan kita dalam travelling selain menikmati surga dunia dibelahan bumi lainnya? Yeah! Tim Ho Wan, Mui Kee Congee dan Kam Wah adalah target utama saya dalam perjalanan kuliner kali ini. Nah, letak mereka nggak jauh dari hotel. Kita hanya perlu naik shuttle bus menuju Langham Place, setelah itu jalan kaki sedikit menuju ke tempat ini.
3. Terdapat fasilitas portable hotspot yang bisa kita bawa kemana saja di segala penjuru Hong Kong yang bisa disambungkan hingga ke 5 devices. Gratis dan unlimited!
4. Hotel memiliki shuttle bus service yang beroperasi setiap jam. Yiihaa! Shuttle bus ini mengantarkan kita ke beberapa titik yang menjadi tujuan wisata. Misalnya; Ladies Market, Star Ferry, Sky 100 dan beberapa lainnya yang bisa langsung kalian cek di websitenya.

Lokasi Dorsett ini sangat strategis, berada di simpang empat jalan besar. Di seberang hotel terdapat taman yang bisa digunakan untuk bermain anak-anak, di seberang jalan pun ada Mc Donalds yang beroperasi 24 jam, dekat dengan Seven Eleven (kita hanya perlu menyeberangi jalan raya, 2-3 blok dari McD, kita bisa menemukan Seven Eleven). At Least, ketika kita lapar atau bingung mau makan apa, kita bisa mlipir deh ke Mc Donalds untuk makan makanan yang "aman" atau ketika kita sedang perlu membeli perintilan dan sekedar laper pengen ngemil, tinggal jalan setempongan doang udah nemu deh itu Seven Eleven yang letaknya ada di belakang McD.

So how was the hotel?

Pertama kali masuk, kesan pertama saya saat di lobby adalah bersih. Lobby cukup bersih, mewah dan frontliner cukup ramah. Saya dibantu untuk check in, adapun data yang diminta adalah paspor dan deposit sebesar HKD 800. WHAT? Saya sempet kaget, karena diminta deposit segede itu. Kalo di kurs-kan ke Rupiah, kira-kira Rp. 1.400.000,-. Pan lumayan nyak, duit segitu sebenernya bisa buat jajan. Kayaknya sih itu diminta 40% dari harga kamar. Untuk 4 hari menginap, saya harus membayar Rp. 3.980.000, sehingga untuk deposit saya harus membayar sejumlah nilai diatas. Nah, ini notes nih buat traveller, selalu sediakan uang lebih untuk deposit. Ternyata ada hotel yang menerapkan deposit yang lumayan gede. Padahal kalau di Indonesia, deposit cuman seratus ribu aja kan yak #hemat hahahaha.

Setelah terheran-heran, saya pun pasrah menyerahkan uang HKD 800 kepada frontliner, hiks, selesai mengurus semua keperluan untuk check in, saya pun menuju kamar. Kamar saya terletak di lantai 20 dengan nomor kamar 2021. 

JENG JENG!!


Ketika memasuki kamar, rasanya pengen teriak, "akhiiiirrrrnyaaaaaaaaa..........". Lelah adek, 4 jam melayang diudara, ditambah lagi dengan drama geret-geret tas dan jalan kaki. First impressionnya sih langsung nyaman. Kasurnya empuk, seprainya lembut, mungkin kamarnya sih nggak gede, tapi lumayan lah ya bok. Daripada kamar-kamar yang di Chungking Mansion. Kicik, kumuh dan agak kotor (YAIYALAH, GAK USAH DIBANDINGIN KALEEK)


Di hotel ini, paling saya suka adalah fasilitas portable hotspot yang bisa kita bawa kemana saja tanpa perlu memikirkan kuota! Lumayan lah ya bok, bisa ngirit pengeluaran. Daripada kita pasang paket roaming internasional dengan harga Rp. 500.000 untuk 4 hari dengan sinyal yang mbuh bisa atau nggak, mending inilah ya. Fasilitas ini layak dipertimbangkan untuk kita traveller yang pengen praktis dan efektif. Saya sih rela membayar lebih untuk biaya hotel asalkan saya nggak perlu repot menyewa wifi portable ataupun membeli paket dengan harga yang sangat fantastis.


I just cant live without hairdryer and flat iron. Fortunatelly, there is a hairdryer under the drawer, yeah! Jadi saya nggak perlu repot-repot bawa hairdryer cin. Sebenarnya sih dimana-mana kalo hotel bintang 4 memang selalu menyediakan hairdryer kali yah, hanya saja disini saya membandingkan dengan Chungking Mansion yang hampir saja saya booked HAHA (BEDA KELAS WOY!)

Selain hairdryer, hotel ini juga menyediakan adaptor. ADAPTOR! Demi apapun saya amat sangat bahagia menemukan adaptor didalam laci ini. Karena ternyata saya kelupaan beli adaptor untuk colokan flat iron. Yang ada cuma adaptor untuk charge HP doang, huhuhu. Hampir aja rambut saya nggak selamat dari malapetaka rambut singa HAHAHA.


Kabar menyedihkannya, saya kebagian kamar yang menghadap gedung tinggi lainnya, sehingga gemerlap malam jadi nggak terlalu kelihatan T.T


Kamarnya sih standarlah, ada mini referigerator, kamar mandi dengan semua keperluannya lengkap banget, air panas dan dingin, air minum yang selalu di refill setiap hari dan beberapa minuman ringan.








Oya, disini juga ada concierge. Jadi kalau misal kalian harus check out siang hari sementara jadwal penerbangan masih malam hari, kalian bisa menitipkan barang di concierge. Gratis! Nah tips lainnya, kalian bisa memesan kamar melalui wesite Dorsett Hotel langsung, kelebihannya, jam check out yang lebih fleksibel. jadi kalian bisa check out sesuai dengan jam kalian check in. Nah lumayan kan... Kalau kalian check in di sore hari, kalian juga bisa check out di sore hari keesokan harinya.

Gimana? Lumayankan?


Dorsett Hotel Mong Kok, Hong Kong
88 Tai Kok Tsui Road, Kowloon, Hong Kong
Tel : +852 3987 2288
Website : http://www.mongkok.dorsetthotels.com/en/home/
Email: info.mongkok@dorsetthotels.com


NB :
Mohon maaf dengan foto yang pecah dan agak buram. Saya udah sengaja nggak bawa kamera biar lebih gampang dan apesnya, HP saya rusak saat di Singapura. Terpaksa saya foto dengan kamera HP seadanya dan sebisanya. 


post signature

You Might Also Like

1 komentar

  1. Bagus juga nih hotelnya, aku suka interior lobby nya, terkesan bersih dan mewah.

    ReplyDelete