Mui Kee Congee, Fa Yuen Street-Hong Kong

Setelah sehari sebelumnya kami tertunda untuk makan disini, akhirnya hasrat untuk makan terwujud juga. Mui Kee Congee adalah salah sa...



Setelah sehari sebelumnya kami tertunda untuk makan disini, akhirnya hasrat untuk makan terwujud juga. Mui Kee Congee adalah salah satu makanan must try di Hong Kong berdasarkan review dari banyak traveller. Karena banyak banget yang merekomendasikan, akhirnya kami pun penasaran. Berbekal ke-sotoy-an dan GPS yang kadang ngawur, akhirnya kami sampai juga di jembatan penyebrangan. Iya, letak gedungnya persis disebelah tangga naik jembatan penyebrangan. Tanpa diduga dan disangka, ternyata letaknya sungguh mengejutkan. Berada didalam pasar basah. Wew.

Awal memasuki lantai dasar, saya kaget, 

Kok di pasar babe?
Iya emang di market sih, tapi...
Wew...

Dilantai dasar, ada yang jualan daging, naik ke lantai 1, ada sayur, lantai ke 2 lantainya basah, dan masih naik ke lantai 3. Oh my God, it's so creepy. Setelah sampai di lantai yang bertuliskan "food", disanalah harta karun itu ditemukan. Tempatnya nggak se-mewah yang saya bayangkan. Nggak sebersih yang saya pikirkan dan nggak seperti yang terbayangkan, wakwaw. Ya mungkin sama lah kayak kita makan bakmie babi di Pasar Atom Lama Surabaya. Bakminya terkenal, tapi ternyata tempatnya tak diduga dan tak disangka.



Perjalanan menuju lantai 3 ini agak creepy memang sih. Kaya bangunan lama gitu loh, agak kumuh. Saya berjalan lurus ke depan, mencoba membaca benar-benar plang nama yang tertempel di tembok, "Mui Kee Congee".

"BENER BABE! Astaga..." bisik saya ke doi. "Tempatnya begini banget". Kaget, karena nggak mengira kalau bakal makan di pasar. Iya, ini akibat nggak baca review bener-bener. HAHA. Udah jelas-jelas orang nulis food stall. Maklumlah, norak, asal dibilang makanan enak aja langsung cus tanpa babibu.



Sesampainya saya disana, saya disapa dengan ramah, senyuman dengan gerak tubuh mempersilakan untuk duduk., Iya, cukup senyum dan gerak tubuh. Mereka nggak bisa Bahasa Inggris dan kami pun sudah bisa dipastikan nggak ngerti bahasa kanton. Akhirnya,

"English menu?"
"Oh yaa..." *sambil menyodorkan menu berbahasa Inggris"

Bahasa tubuh,
Kami pun menunjukkan menu yang kami inginkan,
"This is one" *sambil mengisyaratkan angka 1*


Nampaknya, usaha ini adalah usaha keluarga yang dijalankan sudah lama. Pakaian mereka saat melayani pelanggan pun cukup santai. Hanya mengenakan baju tanpa lengan dan celana pendek, hihihi. Di salah satu bagian dinding pun terpampang beberapa potongan koran yang memuat 'kepopuleran' Mui Kee Congee. Saking populernya, ternyata Mui Kee Congee juga buka di Singapore, dong. Katrok banget eike baru tau. Tau gitu kemaren nyobain juga yang di Singapore. 



Berikut menu yang tersedia, menu dengan tanda bintang itu adalah menu yang populer dan rekomen untuk dicoba.





Congee adalah bubur. Untuk harga semangkok bubur, menurut saya cukup mahal ya. Secara, di kampung saya harga bubur semangkok aja cuman Rp. 10.000,- mak. Disini rata-rata harganya HKD 36, kalau kurs Indonesia ya sekitar Rp. 60.000-an, WAW.

Congee with Pork Viscera
Bubur yang ditambahkan dengan beberapa macam isian, salah satunya yang saya pesan adalah Congee with pork viscera (pork liver, heart, intestine and meatballs) alias bubur dan jeroan babi. WAW! Rasanya original banget. Suer ini enak banget! Buburnya lembut dan rasa babinya sungguh babi banget (menurut ngana?). Babinya enak, lembut dan gak amis. Bakso babinya juga kaya rasa. Seger aja gitu makannya. Bubur ini paling enak disantap ketika masih panas ngepul gitu. Soalnya kalo udah dingin, buburnya encer banget. Jadi kurang nikmat rasanya. Karena lidah Indonesia biasanya makan bubur pagi hari, cocok banget sih ini makan di pagi hari. Lagian ini juga mulai beroperasi jam 07.00 - 15.00.

Steamed Rice Roll
Awalnya Steamed Rice Roll ini saya pikir adalah sushi, ternyata bukan, hahahaha. Sotoy sih. Jadi ini mirip banget sama toppokki dari Korea. Anyeongaseo... Rasanya juga sama, hambar tapi dimakan bersamaan dengan saus. Selain kedua menu ini, saya juga pesen Chinese Dough Stick alias cakwe yang saya santap tanpa memotretnya terlebih dahulu. Rasanya sama aja sih kaya di Indonesia, hehehe. Minumnya, saya pesen milk tea. Pokoknya selama di Hong Kong, saya pesennya milk tea aja terus. Nagih sih soalnya.

Saran saya, pergi kesini enaknya pagi hari, karena jalanan masih sepi dan suasana masih enak. Di Hong Kong itu orang mulai melakukan aktivitas diatas jam 10.00 pagi. Secara, saya kemaren pergi ke Langham Place aja jam 12.00 masih belum ada gerai yang buka dong. Jadi, kesempatan kita untuk dapat menikmati Hong Kong dan makanannya adalah waktu pagi hari.

妹記生滾粥品
Fa Yuen Street Municipal Services Building, 123A Fa Yuen St, Mong Kok, Hong Kong
+852 2789 0198
https://goo.gl/maps/xWoXp5rWnzq
post signature

You Might Also Like

0 komentar