Dari Hong Kong Ke Macau, Naik Apa?

Kalau udah ke Hong Kong, tapi nggak ke Macau itu kayak lagu Mbak Inul; Bagai sayur tanpa garam kurang enak kurang seger. Ahey. Desti...


Kalau udah ke Hong Kong, tapi nggak ke Macau itu kayak lagu Mbak Inul;
Bagai sayur tanpa garam kurang enak kurang seger. Ahey.
Destinasi wajib kalau ke Hong Kong itu ya ke Macau. Secara, cuman nyeberang setempongan doang. Kemarin saya pergi melalui Star Ferry di Sheung Wan, Hong Kong. Sesampainya disana, saya agak kaget sih. Ternyata sama aja kayak di Indonesia, BANYAK CALO. Selain banyak calo, juga terdapat beberapa agen travel yang mungkin menjual tiket dengan harga diatas counter resmi. Sehingga baik untuk dipertimbangkan memilih membeli tiket di counter resmi. Untung aja saya sigap, nggak terperdaya rayuan calo, saya memutuskan untuk membeli tiket melalui counter.

Awalnya galau sih, pilih yang warna biru atau merah. Jadi, untuk moda transportasi dari Hong Kong ke Macau (dan sebaliknya) ada dua transportasi laut yang dikenal, yaitu; Turbo Jet dan Cotai Water JEt. Di banyak situs internet, banyak yang menyarankan warna merah (Turbo Jet). Cuman pas kami tanyain jadwalnya, terlalu siang dan agak mahal karena yang tersisa cuman kelas bisnis. Turbo jet sih emang terkenal kayaknya, soalnya udah lama dan banyak yang review. Sementara usia Cotai Water Jet sendiri masih terbilang baru, jadi nggak banyak yang tau dan antrian juga nggak terlalu panjang.

Saya pun tanpa ba bi bu nyamperin counter Cotai Water Jet, ternyata yang tersisa hanya Cotai first (lagi). Dengan PD-nya saya tanya, berapa harganya? 267 HKD! Gile, ngalahin harga tiket saya dari Jakarta - Singapore dong! Elah selemparan upil doang juga mahal bener, omel saya dalam hati. Sempet bimbang, tapi pas dipikir daripada nggak menjajakkan kaki ke Macau, yasudahlah, terpaksa saya beli tiket dengan harga lima ratus ribu-sekian. Tapi lumayan sih, naik Cotai first, semuanya serba didahulukan dan dilayani. Setelah melewati imigrasi, kami dipersilakan untuk berdiri di antrian Cotai first yang jumlahnya sih gak banyak. Kami juga dipersilakan untuk memasuki kapal terlebih dahulu dan dapet window seat dong! Ehak! Pokoknya kalo first sih, selalu dapet giliran pertama untuk masuk ataupun keluar. Eh tapi kalo keluar, lewat pintu atas sih kita. Untuk yang ekonomi biasa, lewatnya pintu bawah.

Awalnya saya menggampangkan perjalanan naik kapal. Saya pikir bakal sekejap mata karena deket aja, lagian nggak bakal gelombang. Ternyata sodara-sodara, saya salah besar. Saat baru setengah perjalanan, saya langsung mual dan pusing hahahahaha. Untungnya, dalam perjalanan kita disuguhkan dengan aneka pilihan minuman gratis. Perut lumayan terisi dengan sedikit snack dan segelas kopi hangat. Nah minuman ini khusus untuk Cotai first aja yah, kalau ekonomi mah nggak dapet. 


Kelebihan dari moda transportasi di Hong Kong adalah tersedianya fasilitas wifi. Jadi, nggak usah takut keki dan galau, selama perjalanan di dalam Cotai Water Jet, kita bisa menikmati fasilitas wifi secara gratis sepuasnya.

Secara geografis, Macau itu terbagi menjadi dua wilayah, yaitu; Macau dan Taipa (even Taipa sendiri merupakan bagian dari Macau, tapi daerah bawah ini disebut dengan Taipa sementara Macau adalah daerah bagian atas. Gitu). Bisa dilihat pada peta dibawah, bahwa antara Taipa dan Macau terpisah oleh laut. Untuk saling menuju antara kedua daerah tersebut, kita harus melewati jembatan yang amat sangat panjang. Sehingga hal ini membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih (sedikit)

Pada peta dibawah, terlihat'kan antara Macau dan Taipa serta beberapa tujuan wisata yang biasanya dikunjungi.

Nah berdasarkan kondisi geografis seperti ini, maka sebelum memutuskan untuk pergi ke Macau, saya sarankan untuk pilih daerah mana yang akan kalian kunjungi pertama kali agar lebih menghemat waktu. Kenapa? Karena ada dua pilihan terminal ferry yang bisa memudahkan kalian untuk pergi menuju lokasi wisata. Jika kita ingin pergi ke Ruins of Saint's Pauls maka akan lebih dekat apabila kita memilih untuk naik armada yang menuju terminal Outer Ferry Macau. Namun jika kita ingin banyak mengunjungi daerah di Taipa, The Venetian Macau untuk bisa foto seperti dibawah ini misalnya, maka lebih baik kita memilih untuk naik armada menuju Taipa Star Ferry.


Kebetulan kemarin kami memilih Taipa sebagai tujuan awal. Sesampainya di Taipa, kami agak bingung, tapi sebelum bingung, mari narik duit dulu di ATM cin. Nggak punya duit bakal lebih bingung lagi ntar. Saya pun narik duit 1000 MOP atau setara dengan Rp. 1.605.000,-. Lokasi ATM nggak jauh kok, setelah melewati imigrasi jalan aja terus setelah itu belok kiri, nah disana ada deh tuh pilihan mesin ATM. Meskipun Macau menerima uang pecahan HKD, namun saya lebih memilih untuk mengambil pecahan MOP saja melalui ATM.


Berjalan keluar dari terminal, diluar sana terlihat banyak sekali bus Casino yang berjejer. Nggak usah bingung gaes, bus-bus ini gratis. Mereka bersedia mengangkut kita ke Casino tanpa akan mengusir meski penampilan kita agak kumuh gitu ya. Tenang aja jeung, nggak akan. Saya aja dateng dengan penampilan bak inem nyasar di Macau.

Untuk menuju Ruins of Saint's Pauls, kalian bisa naik bus Grand Lisboa Casino. Mereka akan mengantarkan kalian ke Grand Lisboa terlebih dahulu. Setelah sampai disana, kalian bisa jalan kaki yang jaraknya sangat dekat menuju Senado Square. Senado Square dan Ruins of Saint's Pauls berada dalam satu komplek, hihihi. Jadi nggak usah takut capek. Dan enaknya lagi, kalian nggak perlu takut hilang arah atau kesasar, di Macau, dimana-mana ada free wifi, bahkan di dalam bus berjalan aja internetnya loh, kenceng bok. Kalau nyasar dan bingung, tinggal tanya GPS atau google aja.
Menurut saya, Cotai Water Jet ini cukup bagus dan amat sangat saya rekomendasikan. Kenapa
1. Antriannya nggak panjang apalagi penuh sesak. Kondisi saat saya berangkat maupun pulang dari dan ke Macau, antriannya nggak panjang dan suasana lengang. Enak banget buat yang nggak suka dempet-dempetan apalagi yang bawa anak kecil. Saya amat sangat merekomendasikan untuk menggunakan Cotai Water Jet.
2. Kondisi kapal masih baru. Mengingat umur Cotai Water Jet yang masih terhitung baru, armada yang mereka miliki pun masih sangat bagus. Nggak heran kalau saya merasa aman dan nyaman.
3. Pelayanannya baik, dalam perjalanan pulang pergi saya dikasih window seat, dong. Bukan, bukan karena saya beli tiket first class, tapi ternyata memang bisa request sama petugasnya, hihihi
Tips naik water jet :
1. Jauh sebelum pergi, alangkah baiknya kalau kita mengetahui jadwal keberangkatan kapal. Akan sangat membosankan jika kita harus menunggu terlalu lama ataun bahkan ketinggalan kapal karena terlewat dari jadwal. Nah lebih baik, putuskan pilihan akan berangkat jam berapa dan naik apa. Sering-seringlah membuka website kapal ferry yang diinginkan, kadang mereka memberikan diskon yang tidak terduga loh. Misalnya saja, Cotai Water Jet.
2. Isi perut sebelum pergi. Jangan remehkan laut Cina, ombak dan jarak karena semua itu bisa menipu. Jarak yang dekat belum tentu nggak membuat mabuk dan nggak ada ombak. Salah besar, buktinya, kemarin saya meremehkan itu semua dan berangkat dengan perut kosong. Hasilnya, 2 hari 2 malam saya mabok darat. Wew...
3. Booking melalui website. Untuk mencegah terjebak calo, agen travel bodong dan penipuan, saran saya lebih baik beli tiket online saja. Lagian kadang harga tiket online juga jauh lebih murah dari counter dan kadang ada diskon spesial jika pembelian dilakukan melalui website. Gitu...

You Might Also Like

0 komentar