6D5N HONEYMOON IN MALDIVES


Honeymoon tuh kesempatan banget buat newlywed sejenak menghela nafas dari segala kesibukan selama pra pernikahan. Ibarat sundel bolong tuh ya, pakunya udah dicabut, hihihi (setan mode on). Pas ditawarin honeymoon ke Maldives, saya langsung NOLAK, kecuali dibayarin, EHAAA. Pokokmya mantan pacar saya (sekarang jadi suami), ngotot maunya ke sana, singkat cerita keajaiban pun datang. Iseng berselancar ngecek tiket promo dan ternyata menemukan angka yang bisa dijangkau. Rp. 1.250.000 tiket Jakarta - Male (transit Singapura). Tanpa banyak pertimbangan akhirnya saya memesan 2 tiket untuk destinasi YANG SAYA IDAM-IDAMKAN. UWAAOOO

Air yang jernih, laut biru tosca, pemandangan bawah laut, suasana yang damai dan makanan yang menggugah selera. Saya memutuskan perjalanan di Maldives cukup dengan 6 hari 5 malam aja (duitnya bok). Pun itu saya minimalisir pengeluaran dengan cara membagi waktu; 3 hari di pulau penduduk dan 3 hari di resort. Yes, resort. Apalagi yang dicari di Maldives kalo nggak nginep di resort? Merasakan tidur diatas air Samudra Hindia, berenang tepat didepan kamar dan menikmati liburan hanya dengan leha-leha semata.
Baca juga : Dimana Laut Diselam Disitu Bumi Dijunjung - Maldives

Sampai saatnya tiba,

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Velana, saya penasaran banget gimana sih Maldives.  Orang bilang, ketika kita keluar dari bandara, kita akan disambut dengan pemandangan laut yang luar biasa. Cuman saat itu saya landing di malam hari, nggak bisa liat langsung warna air laut yang konon katanya berwarna biru tosca itu.

Pemandangan Tepat di Depan Bandara Velana - Maldives
Berikut saya ceritakan review singkat perjalanan selama di Maldives, sementara saya menuliskan secara rinci tentang hotel, resort dan transportasi serta rincian biaya. Udah nggak sabar? Sabar ya...

Day 1

Saya tiba di Hulhule sekitar jam 20.05 waktu setempat. Bandaranya kecil dan tentu lebih bagus bandara kebanggaan kita Bandara Soekarno Hatta. Setelah turun dari pesawat, memasuki gedung bandara pun langsung dihadapkan dengan bagian imigrasi. Pun bagian imigrasi ini nggak serem-serem amat sih, nggak musti satu-satu menghadap. Kalau couple, bisa langsung berdua. Beda sama imigrasi di Singapura, ketat banget.

Setelah keluar dari imigrasi, kami langsung membeli sim card lokal; Dhiraagu. Lokasinya persis di sebelah kanan pintu keluar bandara kedatangan. Langsung aja mlengos ke counter sebelah kanan yang banyak turis-nya, hehehe. Harga paket datanya murah banget, 22USD dapet 15 GB. Melesat! (Itulah kenapa saya heboh banget posting di insta story tempo hari. Gila men, 15 GB sayang banget kalo nggak dipake!). Satu hal yang saya salut banget sama Maldives,
meski kita berada ditengah lautan, sinyal HP tetap 4G. Yah... adalah dikit-dikit edge, tapi lebih banyakan 4G dan HSDPA. Keren nggak? Beda sama Indonesia, main ke Gunung Kidul Handayani aja sinyal udah engap-engapan..

Sim card Lokal paling bagus di Maldives
Setelah berdesak-desakkan dengan turis lain untuk mengantri beli kartu, kami pun langsung meluncur makan di Burger King sambil menunggu jemputan dari hotel. Hari pertama saya nginap di UI Inn. Hotel saya terletak di Hulhumale, pulau yang berbeda dengan Bandara Velana dan bisa dijangkau dengan menggunakan taxi. Kotanya sepi dan kecil.

Hulhumale

Day 2

Saya melanjutkan perjalanan dari Hulhumale ke Male, kemudian menuju ke Maafushi. Agak sedikit ribet yah rutenya. Kudu banget ke Male dulu, selengkapnya saya jelaskan di
Perjalanan dari Bandara ke Maafushi


Sesampainya di Maafushi, saya dijemput menggunakan gerobak dong! Hahahaha, kocak. Semua hotel disana pun menjemput para pengunjungnya dengan menggunakan gerobak loh. Lucu yah. Maafushi sendiri emang nggak luas-luas banget. 20-30 menit aja kita udah bisa ngiterin seluruh pulau dan disana juga nggak banyak kendaraan. Orang lebih memilih jalan kaki atau naik sepeda. Aahhh... Bebas polutan! 

Saya menginap di Royal Pearl Inn dan kebetulan yang jaga saat itu adalah Ima. Dia baik banget dan cukup membantu. Ketika kita sampai di hotel, dia langsung menyuguhkan welcome drink dan menjelaskan kami tentang peta Maafushi. Dimana kami bisa berenang dengan menggunakan bikini, pantai penduduk yang kalo berenang harus pake baju tertutup, hingga letak restaurant yang bisa kami kunjungi untuk makan.
Baca juga : Royal Pearl Inn, Rekomendasi Hotel Murah - Maldives

Day 3

Hari kedua di Maafushi saya habiskan dengan mengikuti eksekursi; snorkeling dan lihat lumba-lumba. Biayanya 30USD/orang. Saya meminta pihak hotel untuk melakukan pemesanan ke tour agent setempat. Mereka baik banget loh! Jangan lupa yah dikasih tip! Siang hari saya diantar Ima pergi menuju tour agent untuk mengambil dan mencoba peralatan snorkeling. Mulai dari kacamata, sepatu untuk snorkling (paan tuh namanya, yang kaya buntut ikan, hahaha, sepatu katak yah?) hingga life vest gitu (itulah rahasia saya bisa ngambang dilautan, hahaha).

Dolphin watching
Paket eksekursi saya diantaranya adalah snorkeling melihat terumbu karang, berenang bareng penyu dan termasuk melihat lumba-lumba. It was amazing. Seumur hidup baru kali ini ngeliat lumba-lumba bergerombol dan loncat-loncat dilautan lepas tepat didepan mata. Biasanya juga lumba-lumba didalam kolam, hehehe. 

Day 4, 5

Hari ketiga di Maafushi, kami pun berkemas dan kembali melakukan perjalanan yang nggak akan pernah kami lupakan seumur hidup. Yes! Menuju resort!
Baca juga : Resort Mewah di Bawah 10 Juta - Maldives

Untuk pergi ke resort, kami harus kembali lagi ke bandara, karena pihak resort akan menjemput disana. Perjalanan menuju resort dapat ditempuh hanya dengan speedboat saja. Kami menginap di Cinnamon Dhonvelli. Kalau sudah di resort, jangan tanggung-tanggung lah! Sekalian pilih yang terbaik untuk bulan madu. Kami ambil paket all inclusive, supaya nggak repot mikirin makanan. 'Kan emang rencananya mau leha-leha, jadi saya nggak mau ambil pusing. Daripada ribet segala bawa indomie gelas, mending ambil paket ajalah (ini terdengar agak belagu yah).

Di resort, kami memilih kamar Over Water Suite, yang artinya posisi kamar berada diatas air. Posisi kamar ada yang berada di lagoon hingga ke laut lepas. Kamar kami berada diantara lagoon dan lautan. Fasilitas kamar parah banget lengkapnya dan mewah banget. TV ada 2 biji (sebenernya nggak guna juga, karena acaranya juga kitorang malas nontong), segala ada setrikaan dan yang paling gak penting sih masa ada timbangan berat badan maleeeee. Untuk service, kamar dibersihkan sehari 2 kali. Pun kami diberikan private butler, wageeelaaaseh... Pokoknya seumur hidup bibik, baru ni lah merasakan kenikmatan duniawi, hahaha.

Kalau udah di resort, jangan ditanyalah ya kami ngapain. Nggak akan banyak yang bisa saya ceritakan. Yang jelas sih leha-leha, berendam, main air dan ena-ena, hahaha. Iya, makanannya ena-ena. Nggak usah ngeres lu hahahaha.

Ini loh ena-ena
Ena-ena yang saya maksud adalah bersantai di kolam renang sambil berenang, main air sambil juga minum di bar, ngemil snack, berjemur kaya orang yang nggak ada masalah dalam hidup. Kayak nggak ada yang julid dibelakang, kaya nggak ada temen yang berubah jadi monster, kaya nggak ada bos yang tiap hari nagih target. Ya gitu... santai. Serasa pulau ini milik sendiri. Serasa duit di rekening nggak ada habisnya.

Day 6

Hari terakhir kita pulang. Penerbangan kita jam 21.00 waktu setempat, tapi kita harus check out jam 12.00. Pihak resort menawarkan kita untuk diantar ke bandara jam 19.00 malam, tapi kita berdua menolak. Kita memutuskan untuk jalan-jalan aja di kota Male sambil beli oleh-oleh. Jalan-jalan di kota Male sambil geret koper?
Ya nggak lah!
Nggak usah takut. di Bandara Velana ada concierge kok. Penitipan ini dikelola oleh pihak bandara, jadi barang bisa dipastikan aman. Kalian cuma perlu menunjukkan paspor aja dan mereka bakal ngasih tanda/nomor untuk pengambilan tas. Biaya penitipan ini cuma 6USD per tas. Enak kan? Tas dititipkan dan kita pun jalan-jalan di kota.

Jam 19.00 kita sudah balik lagi di bandara, siap untuk kembali pulang ke tanah air #tsailah. Rasanya berat banget mau balik. Nggak rela meninggalkan kamar yang nyaman, fasilitas yang lengkap dan service yang memuaskan. Apalagi pemandangan crystal clear water, gila sih liatnya. Pengen rasanya nyebur dan nggak naik lagi ke daratan.

Btw, you should go to Maldives, at least once in your life time. That was self healing.

Don't force yourself, but you have to do it if you can afford it.







No comments:

Powered by Blogger.