Tips Gyoza Menggunakan Kulit Pangsit


Dari kemarin suami ngajakin ke kota, pengen makanan enak, katanya. Kebetulan memang di Sampit nggak mengakomodir makanan-makanan 'enak'. Maksud dari enak disini ya menu internasional, misal; sushi, ramen, suki, steak dan gyoza. Bagi yang sering ke restoran Jepang, pasti tau gyoza kan? Yang mirip siomay tapi satu sisinya agak gosong gitu? Gyoza nih enak banget kayaknya kalau dimakan sama Samyang *mata berbinar-binar*

Gyoza biasanya bisa dijumpai di rumah makan Jepang. Tempo hari saya makan di Hakata Ikkousha - Surabaya. Dagingnya lembut dan minyak wijennya kuat banget. Enaaaakk. Pengan masak gyoza, tapi di Sampit nggak ada yang jual kulit gyoza. Akhirnya saya coba menggunakan kulit pangsit. Supaya nggak terlalu tebal, saya beli kulit pangsit yang tipis.

Bahan membuat gyoza juga nggak susah, hampir sama kaya kita buat siomay. Bedanya cuma pada penggunaan minyak wijen. Di negara asalnya, gyoza biasa diisi dengan daging babi, tapi bisa kok di modifikasi pake daging lain. Misalnya; ayam dan udang atau ayam dan ikan pipih biar kenyal. Kali ini saya nyoba bikin ayam dicampur dengan ikan pipih (lebih enak pake udang, ini hanya menu khusus buat suami yang alergi seafood). Kalau di kota sih biasanya gampang banget menemukan daging ayam cincang, nah silakan gunakan daging tersebut dan dicampur dengan daging ikan pipih yang sudah dikerok dan dipisahkan dari kulitnya.



Seingat saya, rasa gyoza itu identik dengan jahe dan minyak wijen, jadi jangan sampai terlewat untuk menambahkannya. Jahe dan bawang putih bisa diulek terlebih dahulu, tapi kalau malas, bisa saja menggunakan parutan. Ketika mengaduk seluruh bahan, pastikan sudah diaduk secara rata. Supaya bumbu tercampur sempurna. Secara detail, bahan yang digunakan sebagai berikut;
  1. Saya menggunakan setengah badan ayam; separo dada, sayap dan paha, karena saya nggak begitu doyan daging dada. Saya suka tekstur daging pada paha dan sayap, kenyal. Jadi, ayamnya saya kuliti dan pisahkan dari daging, setelah itu cincang menggunakan pisau tajam.
  2. Daging ikan pipih kurang lebih sebanyak 5sdm. Nggak perlu terlalu banyak karena fungsinya hanya untuk merekatkan daging ayam dan memberi kesan kenyal dan manis.
  3. Daun bawang dan seledri saya gunakan masing-masing 2 tangkai, kemudian iris tipis-tipis.
  4. Jahe hanya seukuran setengah jari jempol dan 3 butir bawang putih. Kalau males ngulek, silakan gunakan parutan aja ya. Lebih simpel dan nggak banyak cucian cyin.
  5. Sayur kol sesuai selera aja ya.
  6. 2 sdm minyak wijen , 1 sdm saus tiram  dan 1 sdt raja rasa.
  7. Kukus gyoza sekitar 15 menit, pastikan isinya sudah matang ya.
  8. Minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng/memanggang cuma sedikit aja kok. Sekitar 1-2 sdm, cukup oleskan ke seluruh permukaan teflon. Susun gyoza yang sudah dikukus berbaris, kemudian siram dengan minyak wijen. Tunggu hingga agak kecoklatan dan berbau harum kemudian angkat.
Seperti foto dibawah ini, minyak yang digunakan nggak banyak kan? Malah justru nggak keliatan, karena minyak hanya dioleh tipis aja.

Foto : Fun Japan
Di resep aslinya, ada beberapa cara menyajikan gyoza. Umumnya di Indonesia, gyoza dimasak dengan cara dipanggang sebentar diatas teflon hingga salah satu bagiannya berwarna kecoklatan, kemudian disiram air hingga menutupi setengah setengah bagian. Jika sudah kering, siram gyoza menggunakan minyak wijen, tapi karena disini saya menggunakan kulit pangsit, disarankan untuk kukus ditempat terpisah terlebih dahulu, kemudian barulah di panggang. Hal ini untuk menghindari kulit pangsit lengket di teflon. Sayang banget'kan kalau lengket, rasanya udah enak masa penampilannya robek-robek? Nggak instagramable banget gitu loh.


Karena pemula, wajah gyoza saya nggak sempurna. Maklumlah, namanya juga #buatanistri, nggak cantik nggak apa yang penting rasanya suami suka. EHAAAAA.

Kulit pangsit saya agaknya terlalu lebar, jadi masih banyak sisa ruang. Jadi kalau dilipat ya jelek begini. Mungkin lain kali kulitnya nggak perlu lebar ya, jadi adonan bisa terlihat tebal dan besar.


Ini pertama kali saya membuat gyoza, mungkin bisa jadi pertimbangan buat temen-temen yang mau buat menggunakan kulit pangsit. Entah kenapa, gyoza saya lengket, padahal udah pake teflon dan dikasih minyak. Jadi akhirnya saya coba kukus terlebih dahulu kemudian panggang/goreng setelahnya. Saya coba cara ini dan berhasil, gyoza buatan saya warnanya cantik dan nggak lengket.

Atau harus ganti teflon ya?


Meskipun penampilannya agak lucu, tapi rasa dari gyoza sendiri dapat pujian dari suami, katanya dapet nilai 9/10 (fyi, my husband has been always straight forward, jadi kalian bisa percaya kok sama penilaiannya). Wah senangnya ya kalau masakan dapat pujian dari suami, jadi terus semangat bikin makanan #buatanistri. Jangan lupa lho ya, istri itu harus dihargai masakannya, nggak perlu pake materi. Cukup dihabiskan masakannya, bukan begitu Ibu?




No comments:

Powered by Blogger.