Tips : Kurangi Sampah Dapur

Tuesday, May 08, 2018

Diawali dengan curhat seseorang yang baru menjadi istri, kadang kegiatan memasak menjadi momok tersendiri. Bulan-bulan pertama yang dilalui adalah masa transisi dimana keduanya sedang saling menjajaki satu sama lain. Salah satunya adalah selera dalam makanan. Seperti yang sedang saya lalui beberapa bulan ini, menjajaki selera makan suami dan gimana caranya kita bisa bersatu dalam makanan. Ternyata kebiasaan dalam makan kita beda, suami alergi sama seafood, sementara saya seneng banget. Suami suka makan daging, sementara saya males makannya. Suami nggak bisa makan pedes, saya sebaliknya.

Maka yang terjadi; saya harus masak 2-3 menu setiap harinya, kadang masakannya kebanyakan dan kadang terpaksa masak 2 kali sehari karena masak terlalu sedikit. Dilema? Banget. Kalau kebanyakan takut nggak habis dan berujung dibuang. Selain itu, kadang makanan saya bisa aja nggak dimakan sama suami karena ternyata dia nggak suka atau kebetulan makanan saya nggak enak.


Selalu banyak alasan untuk membuang makanan. Selain perkara suami istri, kadang kalau makan diluar juga kita sering buang makanan yang ternyata nggak enak sewaktu beli. Kita selalu menggampangkan kebiasaan membuang makanan. Tanpa di sadari, sebenarnya membuang makanan itu berdampak buruk loh terhadap lingkungan. Pun bisa berkontribusi besar terhadap perubahan cuaca di bumi. Lantas siapa kontibutor terbesar dalam pembuangan sampah makanan?

Foto : Fix
40% dari sampah makanan ternyata berasal dari sampah rumah tangga. Ternyata banyak dari kita yang juga memiliki kebiasaan membuang makanan yah (sedih). Padahal banyak sekali kegiatan yang kita lakukan dirumah, sementara sampah makanan nggak terkontrol.

Foto : Food Security and Food Justice
Berdasarkan data diatas, sampah makanan memberikan kontribusi yang besar dalam perubahan cuaca. Bayangkan, 2 ton sampah yang dialihkan setara dengan aktivitas tanpa menggunakan mobil selama enam bulan. Sampah makanan memiliki komposisi 65% dari jumlah sampah keseluruhan dan 14% CO2 di dunia berasal dari makanan yang dibuang.  See? Berarti, ibu rumah tangga harus lebih concern juga terhadap konsumsi makanan dirumah. Sedikit saja makanan yang kita buang berpengaruh besar terhadap global warming salah satunya. Masalah perubahan cuaca bukan cuma berasal dari kegiatan penggunaan spray, menghidupkan lampu semalam suntuk atau bahkan efek rumah kaca. Ternyata, justru lebih dekat dengan kita, yaitu; makanan yang nggak habis atau bahan makanan yang terlanjur busuk sebelum digunakan.

Tips

Foto : Fix

Jika ditarik secara global, jumlah sampah makanan di Asia masih cukup rendah jika dibandingkan daerah lainnya, tapi bukan berarti kita harus mengabaikannya kan? Daripada makanan dibuang dan bikin repot buang sampah basah, coba untuk memasukkan makanan ke dalam freezer. Nggak ada salahnya untuk dicoba, karena makanan yang dimasukkan ke dalam freezer bisa bertahan lama loh.




Selain itu, kamu juga bisa mencoba cara ini untuk mengurangi sampah makanan didapur :
  1. Buat daftar belanja; sebelum pergi ke supermarket, coba cek kulkas terlebih dahulu supaya nggak belanja bahan yang sudah ada dikulkas. Coba untuk belanja sesuai dengan daftar yang sudah kita buat. Belanja bahan yang bisa digunakan untuk beberapa resep makanan dan mudah untuk di masak ulang.
  2. Selain belanja berlebihan, kadang masa kadaluarsa juga jadi salah satu alasan kita membuangnya. Cek masa kadaluarsa barang sebelum membeli dan cek juga ada beberapa bahan makanan yang masih aman untuk digunakan meski sudah melewati masa penyajian terbaiknya. Sembari belanja, bisa coba google apakah aman menggunakan bahan makanan tertentu tersebut.
  3. Coba untuk membuat olahan lain dari bahan masakan yang bersisa (recook). Misalnya; sisa rawon, dagingnya bisa di masak kembali menjadi daging serondeng atau ayam goreng bisa di masak kembali menjadi ayam pedas dan lainnya.
  4. Seperti tabel diatas, kita bisa mencoba untuk menyimpan makanan sisa didalam freezer. Jika ingin dimasak kembali dalam waktu dekat, cukup simpan di dalam pendingin biasa, tetapi kalau dalam jangka waktu yang agak lama bisa disimpan di freezer. Toh rasanya juga nggak berubah kok.
  5. Kalau hobi bercocok tanam, mungkin bisa menyulap sampah sisa makanan menjadi kompos. 'Kan lumayan mengurangi biaya pembalian pupuk.

Mungkin diawal agak susah sih, kayaknya kalau makan nggak abis itu sudah jadi kebiasaan *sambil ngaca*. Semua orang punya saat pertama kali dan  itu wajar kalau terasa berat, yang perlu diingat adalah banyak kelebihan dari melakukan tips diatas;
  1. Nggak ada lagi bau makanan basi di dapur.
  2. Nggak perlu mengotori mobil dengan sampah basah. 
  3. Nggak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membayar jasa angkut sampah, kan sampahnya udah sedikit, bisa dibuang sendiri dong.
  4. Dan yang paling penting, kita berkontribusi dalam menjaga lingkungan untuk tetap bersih dan merawat bumi tempat kita tinggal.
Jadi, yuk berhenti buang makanan. Kalau pun sedang makan diluar dan makannya nggak habis, coba minta bungkus dan masak kembali dirumah. Kalau kalian ada yang sudah mencoba, entah itu berhasil atau enggak, share yuk supaya yang lain ikut terinspirasi!

Cheers

No comments:

Powered by Blogger.