Rujak Cingur Bu Mah, Pasar Atom - Surabaya

Sunday, October 01, 2017

How does it taste?

Taste good absolutely. Delicioso kalo kata orang Spanyol mah. Kacang tanah goreng diulek dengan petis hitam dan dicampur garam, gula merah, pisang mentah dan bumbu lainnya. Rasanya tradisional dan lekat dilidah. Rasa petisnya nonjok banget. Gurih, asin dan manis campur jadi satu. Meski bagi yang memang kurang menyukai makanan 'berbau' menonjol, mungkin akan kurang menyukai rujak cingur.

Do you know petis?

Petis adalah pasta yang dihasilkan dari perebusan ikan atau udang, yang direbus hingga kental dan kemudian dicampur gula batok, sehingga menghasilkan warna hitam yang pekat. Kalau yang nggak biasa makan petis mungkin agak aneh karena petis 'berbau'.

Rasa Tradisional


Kenapa saya sebut tradisional? Karena rujak cingur lekat sekali dengan petis dan bumbu Jawa. Rasanya kalau ke Surabaya tapi nggak makan rujak cingur tuh kaya nggak ke Surabaya. Jadi, must try food in Surabaya is Rujak Cingur. Rasanya Surabaya banget. Tapi kalau abis makan rujak cingur, jangan lupa makan permen yah. Baunya semerbak, coy. Secara, si Ibu menambahkan petis buanyaaakk banget kedalam campuran bumbu. 

Ketika pesan rujak cingur, biasanya kita bakal ditanya;
Campur semua atau nggak?
Kalau campur semua, kamu bakal mendapati buah nanas, mangga, bengkoang dan kedondong dicampur dengn tauge, sayur hijau, tahu dan lontong jadi satu. Tapi kalau kamu nggak berkenan untuk dicampurkan, kamu bisa pesan untuk nggak dicampur. Gitu.

Kalau jajan di Pasar Atom, sangat mudah menemukan rujak cingur ini. Karena sangat menonjol, antriannya panjang dan ruame banget. Kalau makan disini, saya sarankan perginya pagi aja, misal jam 10.00 WIB atau jam 11.00 WIB, kalo kesiangan, kamu harus siap-siap nunggu sampe satu jam lamanya karena antri. Bahkan kadang, pelanggan memesan rujak terlebih dulu kemudian ditinggal untuk belanja dan baru kembali setelahnya. Jangan heran kalau orangnya nggak ada tapi kok pesenan kita datangnya lama, hihihi.

Makanan tradisional selalu memberikan harga yang wajar dikantong, the reason why I loved traditional food much. Harganya cukup murah dan masih terjangkau, cukup membayar Rp. 20.000,- aja saya udah bisa merasakan nikmat surgawi ala Surabaya (LEBHAY).


Rujak Cingur Bu Mah terletak di Pasar Atum Lantai III tahap I. Tempatnya persis dibawah lampu neon Toko Kue dan Roti dibawah ini.



6 comments:

  1. wahh, nanti harus coba nih mba... kebetulan mau pindah ke surabaya :D

    ReplyDelete
  2. Aku blm prnh makan rujak cingur lgs di surabaya. Pernah juga makan rujak cingur di salah satu tempat makan jakarta. Dan itu aja enaaak. Walopun kalo di jkt mahaaaaal hahahaha. Pernah beli di warung rawamangun, rasanya terkenal enak. Aku beli tanpa nanya harga. Kirain cm 15-25 rb lah. Ternyata 45 rb wkwkwkwkwkw. Yo wis telanjur. Tapiii enaaaak.

    Gimana kalo makan di tempat asal yaaa.. Pasti lebih enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak kok mahal banget sampe 45ribu :((( nanti rasain di Surabaya deh mbak, enak bangeeettt hehehe harganya juga cuma 25rb aja

      Delete

Powered by Blogger.