Coba Menu Ramadhan ini Saat Ditinggal ART Mudik : Mie Dokdok is So Good

Tuesday, June 19, 2018
Bulan ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu semua umat muslim setiap tahunnya, nggak terkecuali keluarga saya. Meski kami non-Muslim, tapi ada beberapa saudara yang memeluk agama Muslim, jadi kami ikut excited menyambut bulan suci ramadhan. Kadang ketika salah satu kerabat menginap di rumah, saya selalu ikutan sahur loh. Bahkan saya ikut puasa karena segan, masa saya makan sementara saudara saya puasa? Rasanya kurang elok. 

Maghrib adalah jam yang ditunggu-tunggu untuk buka puasa, sambil menunggu kami kadang jajan dulu ke pasar Ramadhan. Saat ramadhan kadang makanan yang sebelumnya jarang muncul, tiba-tiba menjadi makanan paling mudah di jumpai. Biasanya akan menjadi menu utama yang di jual. Bahasa gampangnya, di jual setahun sekali lah, hehehe.

Selain itu yang selalu identik dengan Ramadhan adalah aktivitas mudik. Mudik ke kampung halaman selalu di manfaatkan untuk rehat sejenak dan silaturahmi dengan keluarga. Pun begitu pula yang di lakukan oleh ART. Biasanya mereka izin untuk merayakan hari Raya Idul Fitri di kampung halamannya. Lalu siapa yang biasanya merasa keberatan?

Pemilik rumah.

Apalagi yang selalu bergantung dengan kehadiran ART, hal ini pasti bikin puyeng tujuh keliling. Lagipula kalau harus mencari inval pun belum tentu dapet, di bulan puasa biasanya permintaan inval juga tinggi. Selain itu kadang kita ngerasa nggak cocok dengan suster inval. Wis mumet wis.



Ditinggal ART Mudik? Siapa takut?

Momen mudik selalu identik dengan kepulangan ART ke kampung halamannya. Pemiliki rumah pun banyak ketar-ketir karena harus mengerjakan semuanya sendiri, nah berikut cara saya dan keluarga untuk menyiasati momen Ramadhan tanpa ART :
  • Minta ART bersihkan rumah sebelum mudik agar kita nggak kewalahan saat ditinggal. Misalnya rumah sudah di sapu, pel, debu-debu sudah disingkirkan jadi selanjutnya kita cuma tinggal bersihkan yang gampang-gampang aja.
  • Siapkan meal preparation untuk menu buka dan sahur. Biasanya tante saya selalu menjadwal menu makanannya selama di tinggal ART. Ikan sudah di bersihkan, ayam sudah di potong, sayur sudah di siapkan, bumbu dasar udah diolah, pokoknya semuanya tinggal cemplung. Jadi kalaupun harus masak besar udah nggak repot lagi.
  • Belanja semua keperluan dalam jumlah besar. Persiapkan kebutuhan yang kira-kira akan digunakan, misalnya belanja sayur sekalian banyak, ikan, ayam atau daging untuk Hari Raya, kue kering dan bahan-bahan pokok lainnya.
  • Bagi tugas dengan anggota keluarga, nah kalau punya rumah gede banget, pasti bakal tepar kalau harus bersihkan sendirian. Jangan ragu untuk minta bantuan anggota keluarga untuk berbagi tugas bersihkan rumah. Saatnya bersatu menjadi keluarga solid! Yeah.
  • Stok So Good varian apa aja di kulkas, trust me, it helps a lot. Saat kita lagi puasa dan banyak kerjaan, buka puasa paling enak itu dengan masak makanan yang simpel, sesimpel makan So Good.
Kalau ditinggal ART ada yang nggak bisa masak, susah belanja, malas masak dan nggak ada tenaga untuk bersih-bersih. Nah biasanya tante saya yang puasa itu selalu bikin menu makanan yang simpel, mudah dan praktis tapi tetap bergizi yah. Yang simpel dan bergizi apalagi kalau bukan So Good. Jadi kami pun selalu saja stok produk olahan siap masak dari So Good. Salah satu produknya yang sering kami stok adalah nugget. Nugget dari So Good ini renyah banget dan memiliki varian rasa spicy, soalnya kami sekeluarga suka banget makan pedas (kali ini nggak kebagian yang spicy, jadi beli yang original aja).



So Good nugget ini sebenernya ada banyak varian loh. Ada yang bentuk alphabet, dino, animal, donat hingga berbentuk stik. Wah lucu kan? Buat yang punya anak kecil, bisa dijadikan pancingan nih kalau anaknya nggak mau makan.

Satu bungkus So Good nugget ini berisi 100gr, kalau nggak salah hitung, ada sekitar 25 buah, bisa untuk 4 orang. Wah lumayan banyak'kan? Sekali goreng aja udah bisa untuk makan satu keluarga nih.



Di bulan Ramadhan yang tanpa ART ini kami selalu bikin masakan yang praktis, kaya yang saya bilang tadi. Kalau udah gitu, untuk makanan sahur biasanya pilih yang praktis-praktis aja tapi tetap bergizi. Biasanya saya nemenin tante untuk sahur. Kami pun memasak Mie Dokdok. Tau kan mie dokdok?




Mie Dokdok is So Good

Ada yang tau mie dokdok? Kalau di Jogja, biasanya mie dokdok dijual di warung burjo. Mie instant yang di masak dengan mengeluarkan bunyi, dok dok dok, katanya sih gitu. Olahan mie dokdok ini praktis banget kok, kita cuma butuh beberapa bahan yang pasti sudah ada di dapur. Mie instant, bawang putih, saus samba, kecap manis, lombok dan telur, gampang kan?


Bahan utama untuk bikin Mie Dok-dok hanyalah mie instant goreng. Normalnya, mie gorengkan mie yang nggak pake kuah, nah ini beda. Mie dokdok ini menggunakan mie goreng dan nanti pake kuah, bumbu mie goreng ini juga di masukkan saat kita merebus mienya.

Biasanya, mie dokdok ini isinya bisa mie, telur atau sayur. Sebenarnya saya pengen nambahin ayam, cuman repot banget kalau harus menggerogoti tulang ayam dan mengotori tangan. Jadi saya gunakan nugget So Good untuk melengkapi mie dokdok khas ramadhan ala saya dan tante.


Selain karena nugget yang tanpa tulang ayam, nugget So Good ini sudah berbumbu dan gurih. Jadi ini nugget cocok banget kalau di sandingkan dengan mie dokdok. Huuhh haaah....



Cara Memasak Mie Dokdok


Cara memasaknya mudah banget, hampir sama kaya masak mie instant ;
  1. Siapkan minyak goreng di atas teflon, panaskan,
  2. Goreng nugget hingga berwarna kecoklatan, tiriskan dan sisihkan,
  3. Haluskan barang putih, kemiri dan garam,
  4. Rebus air dan bumbu hingga mendidih (bumbu mie instant, kecap, saus lombok dan bawang putih),
  5. Tambahkan telur ke dalamnya, aduk hingga telur tercamput dengan air,
  6. Tambahkan mie instant, masak hingga matang,
  7. Tambahkan potongan sayuran,
  8. Angkat dan sajikan bersamaan dengan potongan nugget,
Mie dokdok ini cocok di makan malam hari, makanya kami lebih memilih makan ini pas sahur, supaya badannya anget. Enak disajikan ketika hangat dan jangan lupa tambahkan bawang goreng yah! Kalau kurang pedas, kalian bisa tambahkan potongan cabe atau bubuk cabe. Rasanya pasti makin yahuud deh!

Keliatan renyah banget kan nuggetnya?
Begitulah biasanya saya dan keluarga menyiapkan sahur ketika ditinggal ART. Pilih makanan yang mudah tapi tetap bergizi. So Good memiliki banyak sekali varian selain nugget, ada varian produk siap olah; ayam potong original paha dan dada, untuk olahan sup ayam, bumbu kuning hingga bumbu pedas manis. Memudahkan kita yang ditinggal ART untuk bisa tetap masak meskipun ditinggal dirumah sendirian, tinggal goreng So Good aja. Jadi jangan ragu untuk selalu stok So Good varian apapun di dalam kulkas, nggak rugi!

Oya, setelah makan sahur, selalu makan buah segar yah, supaya tetap sehat dan bergizi selagi puasa!




Selamat mencoba!






No comments:

Powered by Blogger.